Senin, 13 April 2026

Infrastruktur Data Energi ASEAN Diperkuat untuk Kejar Transisi Energi Berkelanjutan

Modernisasi pengelolaan data dinilai penting untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat, khususnya menghadapi tantangan transisi energi.

HO/IST/dok.
TRANSISI ENERGI - Penyelenggaraan ASEAN Energy Database System (AEDS) Consultation Workshop II yang digelar ASEAN Centre for Energy (ACE) di Jakarta, belum lama ini. 

 

Ringkasan Berita:
  • ASEAN mendorong penguatan sistem data energi terintegrasi guna mendukung kebijakan yang lebih akurat.
  • Modernisasi arsitektur data dinilai penting dalam menghadapi transisi energi dan dinamika global.
  • Selain teknologi, kesiapan SDM menjadi kunci dalam optimalisasi pemanfaatan data di sektor energi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya memperkuat infrastruktur data di sektor energi menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem yang terintegrasi.

Karena itu, modernisasi pengelolaan data dinilai sangat penting untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat, khususnya dalam menghadapi tantangan transisi energi dan dinamika industri global.

Hal tersebut mengemuka dalam ASEAN Energy Database System (AEDS) Consultation Workshop II yang diselenggarakan ASEAN Centre for Energy (ACE) di Jakarta.

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan penguatan sistem data energi regional, termasuk mendorong standar yang lebih seragam dan terintegrasi antarnegara.

Dalam forum tersebut, Global Data Change Management Lead Devoteam, Rifan Kurnia memaparkan sesi bertajuk "Building The Future of Technical Data Architecture in Energy Sector".

Sesi ini menekankan pentingnya modernisasi arsitektur data untuk mendukung visi regional ASEAN dalam mencapai transisi energi yang berkelanjutan.

“Membangun masa depan data di sektor energi bukan sekadar soal migrasi sistem ke cloud saja, melainkan transformasi budaya kerja juga. Fokus kami adalah menjembatani celah antara infrastruktur teknis yang canggih dengan kapabilitas SDM, sehingga setiap keputusan berbasis data menjadi kebiasaan baru yang organik di dalam organisasi,” jelas Rifan dikutip Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Bahlil Bawa Dua Agenda Besar ke Jepang, Percepat Blok Masela dan Transisi Energi

Devoteam menyoroti bahwa data merupakan fondasi utama bagi implementasi AI di sektor energi. Rifan  memaparkan beberapa poin strategis yang menjadi solusi bagi tantangan industri saat ini.

Pertama, modernisasi sistem data regional, yang mana mengadopsi arsitektur AI-Lakehouse yang mencakup seluruh proses mulai dari penyerapan, penyimpanan, hingga konsumsi data secara terpadu.

"Kedua, strategi solusi. Memilih model database yang tepat untuk mendukung komparabilitas data antar-negara anggota ASEAN," ucapnya.

Baca juga: IESR: Pembangkit Captive Fosil Bisa Jadi Penghambat Transisi Energi Nasional

Ketiga, tata kelola data dengan menetapkan standar dan prosedur data yang tidak bisa ditawar untuk memastikan keamanan, kepercayaan, dan kualitas data di seluruh organisasi.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved