Ancaman Krisis Energi
Harga BBM Subsidi Tak Naik, DPR Minta Masyarakat Tak Menimbun
Masyarakat diminta tidak panik menimbun BBM di tengah situasi global yang tidak menentu.
Ringkasan Berita:
- DPR mendukung upaya pemerintah menahan harga BBM di dalam negeri tidak naik di tengah lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia.
- Masyarakat diminta tidak panik menimbun BBM di tengah situasi global yang tidak menentu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melonjaknya harga minyak dunia hingga di kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel mulai memberi tekanan pada fiskal Indonesia. Meski demikian, pemerintah dinilai masih mampu menjaga stabilitas dengan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik.
“Situasi global ini bukan hanya menjadi persoalan saat ini di Indonesia, namun tentu ini juga terjadi di hampir seluruh negara," ungkap anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, Kamis, 2 April 2026.
Dia mendukung upaya pemerintah menahan harga BBM di dalam negeri tidak naik di tengah lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia.
"KIta memberikan apresiasi kepada pemerintah, dikala harga BBM naik signifikan karena Indonesia sendiri dalam asumsi APBN menetapkan 70 USD per barrel,” ujar Herman.
Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi tantangan serius bagi kondisi fiskal negara. Namun, pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis agar dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan BBM di tengah situasi global yang tidak menentu. Sementara upaya menghemat pemakaian energi juga dilakukan melalui penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026.
"Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak.” pungkasnya.
Baca juga: BBM Melonjak Gila-gilaan! Warga AS Ngamuk Tanggung Dampak Perang Iran
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak naik. Harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.
"Harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih pakai harga sekarang," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antrean-di-spbu-mampang.jpg)