Anggota DEN: Perlu Dukungan Masyarakat untuk Jaga Ketersediaan BBM
Perlu dukungan kuat masyarakat untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Anggota DEN Kholid Syeirazi menekankan bahwa menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.
- Sikap tenang dan bijak masyarakat dalam penggunaan energi akan sangat membantu pemerintah dan Pertamina dalam menjaga pasokan.
- Kondisi BBM dunia saat ini memang sedang tidak baik akibat perang sehingga memicu ketidakstabilan pasokan energi global.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirazi menekankan, upaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.
DEN adalah lembaga negara yang berfungsi merumuskan dan mengawasi kebijakan energi nasional, serta menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global.
Menurut Kholid, sikap tenang dan bijak masyarakat dalam penggunaan energi akan sangat membantu upaya menjaga pasokan di tengah situasi global yang penuh tekanan.
Kholid menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami kondisi BBM dunia saat ini memang sedang tidak baik.
Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu ketidakstabilan pasokan energi global. Dampaknya, harga minyak mentah terus melonjak dan menambah beban fiskal negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.
”Masyarakat harus tenang. Karena situasi sekarang juga dialami di seluruh dunia. Bahkan, jika mau membandingkan, kondisi kita saat ini lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain,” kata Kholid di Jakarta hari ini, Kamis (2/4/2026).
Ia kemudian memberikan perbandingan harga BBM di Asia Tenggara yang menunjukkan bahwa Indonesia masih relatif lebih baik.
Di Vietnam, harga BBM naik dari Rp12.700 menjadi Rp19.100 per liter. Thailand mencatat kenaikan dari Rp16.500 menjadi Rp24.000 per liter, sementara Laos dari Rp22.700 menjadi Rp30.200 per liter.
Baca juga: Harga BBM Subsidi Tak Naik, DPR Minta Masyarakat Tak Menimbun
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan energi global dirasakan hampir di seluruh kawasan.
Selain itu, stok BBM nasional saat ini masih berada di atas 20 hari, lebih tinggi dari cadangan operasional minimal yang ditetapkan BPH Migas.
Namun, Kholid menekankan bahwa masyarakat tetap harus bijak dalam konsumsi energi agar pasokan tetap terjaga. “Pemerintah dan Pertamina tidak bisa bekerja sendirian, dukungan masyarakat sangat penting,” ujarnya.
Kholid juga menyoroti bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar USD1 per barel dapat menambah beban subsidi dan kompensasi hingga Rp10,3 triliun.
Baca juga: Prabowo Tahan Harga BBM Tak Naik, Menkeu Purbaya Tambah Subsidi Energi Rp100 Triliun
Dengan harga minyak dunia yang sudah menembus di atas USD100 per barel, beban fiskal semakin berat. Karena itu, penyesuaian harga BBM menjadi salah satu solusi agar beban subsidi tidak semakin membengkak.
Informasi soal stok dan distribusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dampak-Konflik-di-Iran-Warga-Serbu-SPBU-di-Kota-Malang_20260306_174119.jpg)