Sabtu, 25 April 2026

Penjualan Semen Mencapai 37,93 Juta Ton di 2025, SMGR Catatkan Laba Rp191 Miliar

Sepanjang 2025, penjualan semen di regional mencapai 7,95 juta ton, tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

handout
KINERJA KEUANGAN - Pekerja mengangkut semen di gudang. Sepanjang 2025, penjualan SMGR di regional mencapai 7,95 juta ton, tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton. 

Ringkasan Berita:
  • Penjualan mencapai 37,93 juta ton dengan pendapatan Rp35,24 triliun dan laba bersih Rp191 miliar pada 2025.
  • Kinerja didorong transformasi bisnis, efisiensi biaya, serta pertumbuhan penjualan regional 14,3 persen.
  • Ke depan, perusahaan fokus ekspor, pengembangan bisnis baru, serta penguatan aspek keberlanjutan.

 

Penjualan Semen Mencapai 37,93 Juta Ton di 2025, SMGR Catatkan Laba Rp191 Miliar

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - BUMN klaster infrastruktur, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan volume penjualan 37,93 juta ton dengan pendapatan Rp 35,24 triliun sepanjang 2025.

Sedangkan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp191 miliar.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, sejak Juli 2025 perseroan konsisten menjalankan transformasi bisnis yang berfokus pada tiga pilar strategi utama.

Baca juga: Prabowo dan Presiden Korsel Tandatangani 10 MoU: Kerjasama Industri Pertahanan hingga Mineral

"Tiga pilar itu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio," papar Vita dikutip dari Kontan, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebut, langkah tersebut hasilnya mulai terlihat pada paruh kedua tahun lalu, di mana penjualan domestik berangsur membaik dan menopang kinerja sepanjang tahun.

Di tengah pasar domestik yang masih menantang, perseroan juga menggenjot ekspansi regional.

Sepanjang 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton, tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton. Peningkatan ini menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan.

Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan turun 0,3% secara tahunan, sementara beban usaha di luar beban operasi lainnya menyusut 1,1%. 

Perbaikan tata kelola keuangan juga mendorong biaya keuangan bersih turun signifikan 32,7%, memperkuat struktur keuangan perusahaan.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat perseroan lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri,” ujarnya.

Ke depan, kata Vita, perseroan membidik pertumbuhan melalui penguatan ekspor dan pengembangan bisnis baru. 

Salah satu langkah strategis adalah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, hasil kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved