Jumat, 22 Mei 2026

Prabowo dan Presiden Korsel Tandatangani 10 MoU: Kerjasama Industri Pertahanan hingga Mineral

Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral, dengan kerja sama industri pertahanan diperkirakan akan menjadi agenda utama.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Foto tangkapan layar
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menerima kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (1/4/2026) di Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. /Youtube: Sekretariat Presiden RI 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Lee Jae Myung di Seoul untuk memperkuat hubungan bilateral.
  • Fokus utama mencakup kerja sama pertahanan seperti pengembangan jet KF-21, energi, serta rantai pasokan di tengah dampak perang Timur Tengah.
  • Kedua negara juga menandatangani 10 MoU dan memperluas kolaborasi di teknologi, energi, dan investasi.

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (1/4/2026) di Seoul, Ibu Kota Korea Selatan.

Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral, dengan kerja sama industri pertahanan diperkirakan akan menjadi agenda utama.

Prabowo tiba di Seoul  untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

Pembicaraan tersebut diperkirakan akan fokus pada perluasan kerja sama industri pertahanan, khususnya pengembangan bersama jet tempur KF-21, yang oleh Lee digambarkan sebagai "contoh ideal" kerja sama pertahanan global.

Bahas dampak perang Timur Tengah

Dalam pertemuan itu sebagaimana dikutip dari Yonhap, Presiden Lee Jae Myung juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kerja sama dalam rantai pasokan sumber daya.

Permintaan i tu selarasa di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai pasokan minyak dan gas sejak erang di Timur Tengah.

Lee mengatakan bahwa perang berkepanjangan di Timur Tengah kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran tentang "dampak besar" pada pasokan energi untuk Korea Selatan dan Indonesia.

"Korea Selatan dan Indonesia perlu memperluas kerja sama dalam hal keamanan sumber daya untuk meminimalkan dampak krisis ini," kata Lee kepada Prabowo, menurut Cheong Wa Dae.

Lee menyoroti peran Indonesia dalam memasok sumber daya energi utama seperti gas alam cair (LNG) dan batubara ke Korea Selatan.

Serta kerja sama erat di industri pertahanan dan menggambarkan negara tersebut sebagai tujuan investasi utama bagi perusahaan-perusahaan Korea.

"Indonesia adalah tujuan luar negeri pertama bagi perusahaan Korea dan sekarang menjadi mitra berharga dalam industri pertahanan Korea," kata Lee.

Kerjasama Jet Tempur

Korea Selatan berencana menandatangani kesepakatan untuk mengekspor 16 jet KF-21 ke Indonesia, sebuah program pengembangan bersama antara kedua negara, yang akan menandai penjualan luar negeri pertama negara tersebut untuk jet tempur buatan dalam negerinya.

Mencatat partisipasi perusahaan Korea dalam produksi kendaraan listrik di Indonesia, Lee menyatakan harapan untuk memperluas kerja sama pada proyek-proyek masa depan di industri-industri maju.

Tanggapan Prabowo

Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral di tengah meningkatnya ketidakpastian global, dan menyatakan harapan bahwa kedua negara akan saling melengkapi sebagai mitra dengan kepentingan bersama.

Ia mencatat bahwa kemampuan manufaktur dan teknologi canggih Korea Selatan dapat selaras dengan sumber daya dan pasar Indonesia yang melimpah, sekaligus menekankan perlunya memperkuat kerja sama di bidang keamanan dan industri pertahanan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved