Kamis, 30 April 2026

Manfaatkan Aspal Buton, Pemerintah Kurangi Impor demi Hemat Rp4 Triliun

Perang Iran vs Amerika dan Israel menyebabkan melonjaknya harga bahan baku di sektor infrastruktur seperti aspal.

Tayang:
HO/IST/dok. Kementerian PU
ASPAL BUTON - Pemanfaatan aspal buton dan aspal karet untuk perbaikan jalan di Provinsi Bengkulu. Pemerintah akan membatasi ketergantungan impor bahan baku aspal dari negara luar dan memaksimalkan aspal dari Kepulauan Buton sekaligus menghemat pengeluaran hingga Rp4 triliun. 

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran vs Amerika dan Israel menyebabkan melonjaknya harga bahan baku di sektor infrastruktur seperti aspal.
  • Pemerintah akan membatasi ketergantungan impor bahan baku aspal dari negara luar dan memaksimalkan aspal dari Kepulauan Buton sekaligus menghemat pengeluaran hingga Rp4 triliun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan membatasi ketergantungan impor bahan baku aspal dari negara luar dan memaksimalkan aspal dari Kepulauan Buton sekaligus menghemat pengeluaran hingga Rp4 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum RI (PU) Dody Hanggodo menegaskan, pemanfaatan aspal dari dalam negeri tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyikapi gejolak geopolitik global akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Perang Iran vs Amerika dan Israel menyebabkan melonjaknya harga bahan baku di sektor infrastruktur seperti aspal.

"Kondisi ini memberi pesan yang sangat jelas bahwa ketergantungan adalah sebuah risiko. Dan dalam pembangunan nasional, risiko harus kita kelola dengan sangat disiplin, agar cost tidak kemudian menjadi meledak," kata Dody saat diskusi bersama media di Kantor Kementerian PU RI, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat dan arahan agar Indonesia bisa mandiri dari segala kebutuhan bahan baku infrastruktur.

"Saya ingin menegaskan komitmen kami semua di Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendorong swasembada aspal nasional melalui pemanfaatan aspal Buton atau yang kita kenal sebagai Asbuton," kata Dody.

Baca juga: Bukan Hanya Beban Berlebih, Drainase dan Aspal Tipis Picu Jalan Rusak

Dia bilang, dengan memanfaatkan bahan baku aspal dari dalam negeri, negara bisa menghemat anggaran hingga Rp4 Triliun.

"Peningkatan aspal buton olahan memberikan manfaat yang pertama dari sisi ekonomi makro, potensi penghematan devisa negara akan mencapai sekitar 4 triliun, dan dengan penambahan penerimaan pajak sekitar hampir 2 triliun," ucap dia.

Baca juga: Implementasi Aspal Plastik di Garut Tingkatkan Stabilitas Jalan dan Dukung Ekonomi Sirkular

Kebijakan tersebut akan mendorong tumbuhnya industri asbuton domestik hingga menciptakan rantai pasok baru di dalam negeri, dan memperkuat struktur industri nasional. 

"Kalau selama ini asbuton bisa dipakai oleh negara lain, kenapa kita tidak bisa memakainya sendiri? Jadi bapak-ibu sekalian, asbuton ini selama ini cuma bisa diekspor. Dan kalau bisa dipakai oleh negara lain, insya Allah kita juga akan bisa memakainya juga," tukas dia.

 

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved