Ancaman Krisis Energi
Anggota DPR Sebut Opsi Impor Minyak dari Rusia Bisa Jadi Solusi Hadapi Gejolak Global
Dewi menilai dinamika global yang kian tidak menentu telah berdampak pada ketidakpastian pasokan energi dunia.
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana mendukung langkah pemerintah membuka opsi diversifikasi impor minyak, termasuk dari Rusia.
- Hal itu sebagai solusi strategis dalam menghadapi gejolak geopolitik global yang memengaruhi sektor energi.
- Ia menilai kerja sama energi penting untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas energi nasional di tengah persaingan global yang meningkat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana menilai, langkah pemerintah membuka opsi diversifikasi impor minyak, termasuk dari Rusia, sebagai solusi strategis dalam menghadapi gejolak geopolitik global yang memengaruhi sektor energi.
Dewi menilai dinamika global yang kian tidak menentu telah berdampak pada ketidakpastian pasokan energi dunia.
Dalam kondisi tersebut negara dituntut untuk mengambil langkah cepat dan adaptif guna memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.
“Kami memandang langkah pemerintah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Dewi, kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Dewi menjelaskan diversifikasi sumber impor menjadi pendekatan yang relevan di tengah meningkatnya persaingan global dalam memperoleh pasokan minyak.
Fleksibilitas dalam menjalin kerja sama energi dinilai penting agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi tanpa gangguan.
Dewi juga mengapresiasi kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membuka berbagai alternatif sumber pasokan energi sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko global.
Ia menilai upaya tersebut mampu menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan eksternal yang terus berkembang.
“Komisi XII DPR RI pada prinsipnya mendukung penuh langkah-langkah strategis pemerintah dalam memastikan energi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas legislator asal daerah pemilihan Sumatera Selatan II tersebut.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi untuk mendatangkan impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia.
Hal itu untuk menjamin stok BBM di pasar dalam negeri.
"Kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perusahaan-minyak-rusia-rosneft.jpg)