Sabtu, 11 April 2026

Ancaman Krisis Energi

Wapres Gibran Tanggapi Usulan JK Agar Pemerintah Naikkan Harga BBM

Gibran menegaskan, pemerintah memilih tidak menaikan harga BBM agar dapat terjangkau masyarakat. Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Sekretariat Wakil Presiden RI/Setwapres
ALASAN TAK NAIKKAN HARGA BBM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan, pemerintah memilih tidak menaikan harga BBM agar dapat terjangkau masyarakat. Menurut Gibran kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya. 
Ringkasan Berita:
  • Gibran menegaskan, pemerintah memilih tidak menaikan harga BBM agar dapat terjangkau masyarakat. Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo.
  • Menurut Gibran kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.
  • Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming merespon pernyataan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga BBM ditengah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang sedang panas.

Pemerintah kata Gibran menghargai usulan dari seniornya tersebut.

“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga BBM,” kata Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Kamis, (9/4/2026).

Namun menurut Gibran, pemerintah memilih tidak menaikan harga BBM agar dapat terjangkau masyarakat. Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Namun mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” katanya.

Pemerintah tidak ingin masyarakat kecil semakin terbebani kebutuhan hidup. Menurut Gibran kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dll,” katanya.

Baca juga: Fadli Zon Bilang yang Ingin Harga BBM Naik Mazhabnya Kapitalis

Kemudian dalam jangka panjang, Gibran mengatakan pemerintah akan mempercepat transisi energi baru terbarukan. Sehingga Indonesia tidak bergantung pada energi fosil.

“Selain itu, akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. Hari ini Bpk Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” pungkasnya.

Usulan JK Soal Kenaikan Harga BBM

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis energi akibat konflik yang tengah terjadi.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga dan itu dilakukan di banyak negara," kata Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (6/4/2026).

Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Menurutnya, ketika BBM masih disubsidi pemerintah, makan utang negara makin menumpuk. Apalagi dengan melihat gejolak harga minyak dunia yang memprihatinkan.

"Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus. Jadi itulah sebabnya memang ada mengatakan jangan dinaikkan. Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk, dengan subsidi yang besar," ucapnya.

"Itu yang paling berbahaya untuk kita semua. Kalau utang semua kita kena. itu masalah energi," sambungnya.

Ia tidak menampik sarannya tersebut bisa menimbulkan gejolak dari masyarakat, namun selama 20 tahun dirinya berkecimpung di pemerintahan, tidak ada dampak yang serius soal kenaikan harga itu.

JK mencontohkan sejumlah negara yang ia datangi khususnya ASEAN yang sudah mulai menaikkan harga BBM.

Namun, masyarakatnya tidak melakukan protes berlebihan karena sudah mengerti jika hal itu terpaksa untuk mengurangi beban pemerintah.

"Jadi pilihan, ini masalah pilihan. Pengalaman saya 20 tahun memang kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik, rakyat akan menerima. 2005, 2014, tidak ada demo karena kita jelaskan dengan baik. Apalagi ini masalah eksternal. Eksternal itu artinya terpaksa bagi kita terpaksa karena dari luar," tuturnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved