Sabtu, 11 April 2026

Peran Influencer Kripto Disorot, Industri Dorong Pengaturan dan Pengawasan Ketat

Jumlah investor kripto Indonesia hingga Desember 2025 mencapai 20,19 juta orang, naik 3,22 persen dibandingkan November 2025 sebanyak 19,56 juta.

HO/IST
EDUKASI KRIPTO - CEO Indodax, William Sutanto. Ia menyebut aktivitas para kreator tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari rantai bisnis, mulai dari promosi hingga edukasi pasar. 

Ringkasan Berita:
  • ABI dan OJK soroti peran influencer dalam ekosistem kripto yang kian besar.
  • Edukasi dan regulasi dinilai penting untuk cegah misinformasi dan risiko pasar.
  • Investor kripto capai 20,19 juta, nilai transaksi 2025 tembus Rp482,23 triliun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti peran influencer dalam ekosistem kripto, seiring meningkatnya konsumsi informasi digital oleh masyarakat.

CEO Indodax, William Sutanto, menilai peran influencer tidak terpisahkan dari pertumbuhan industri, namun perlu diikuti dengan aturan yang jelas.

“Diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas,” ujar William dikutip dari Kontan, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Di Tengah Pasar Kripto Selektif, Transparansi Jadi Faktor Penting Tingkatkan Kepercayaan Publik

Oleh sebab itu, dalam Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 sepanjang April–Mei 2026 oleh industri dan regulator, dilakukan perluasan dengan menyasar lebih banyak segmen, mulai dari masyarakat umum, akademisi, influencer, hingga pelaku industri dan aparat penegak hukum.

Edukasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas basis pengguna sekaligus menjaga kepercayaan terhadap ekosistem aset digital yang masih berkembang.

BLK 2026 mengangkat tema integrasi inovasi blockchain dan kripto untuk mendorong transformasi ekosistem digital yang inklusif.

William menyampaikan, aktivitas para kreator tidak hanya sebatas penyebaran informasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari rantai bisnis, mulai dari promosi hingga edukasi pasar.

Menurutnya, karakter industri kripto yang kompleks membuat peran pihak yang mampu menyederhanakan informasi menjadi penting. 

Tanpa edukasi yang memadai, risiko kesalahan persepsi di masyarakat dinilai cukup besar dan dapat menghambat perkembangan pasar.

Ia juga menyoroti meningkatnya risiko dari akun anonim yang berpotensi menyebarkan misinformasi hingga melakukan kampanye negatif. 

Kondisi ini dinilai dapat merugikan pelaku usaha sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap industri.

Pelibatan influencer dalam BLK 2026 menjadi salah satu langkah untuk mengarahkan peran tersebut agar lebih terstruktur. 

Industri mendorong adanya batasan yang jelas, sehingga aktivitas edukasi dan promosi tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat.

Selain itu, rangkaian BLK 2026 juga diisi dengan diskusi dan workshop di berbagai kota yang melibatkan komunitas, akademisi, pengembang teknologi, hingga regulator.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved