Putri WITT 2026 Didorong Turun ke Sekolah, Kampanyekan Hidup Tanpa Rokok
Mengusung tema “Cantik, Cerdas, Sehat Tanpa Tembakau”, ajang ini mendorong perempuan muda menjadi agen perubahan di masyarakat
Ringkasan Berita:
- Pemenang Putri WITT 2026 diharapkan membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya hidup sehat tanpa asap rokok.
- Pendiri menekankan peran generasi muda, keluarga, dan pendekatan dialogis untuk mencegah rokok serta zat adiktif.
- Keisha Rochelline Simorangkir juara pertama, ajang menjadi momentum regenerasi perempuan agen perubahan hidup sehat nasional.
TRIBUNNEWS.C0M, JAKARTA - Pemenang Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) 2026 diharapkan mampu membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya hidup tanpa asap rokok.
Founder WITT, Dr. Hj. Dewi Motik Pramono, menegaskan peran generasi muda sangat penting dalam melanjutkan kampanye hidup sehat.
Ia berharap para pemenang aktif turun ke sekolah untuk berdialog dengan siswa SMP dan SMA.
“Sampaikan dengan cara membangun kesadaran, bukan melarang,” ujar Dewi dalam Grand Final WITT 2026 di Grand Ballroom Hotel Sheraton Bandara City, Selasa (28/4/2026).
Mengusung tema “Cantik, Cerdas, Sehat Tanpa Tembakau”, ajang ini mendorong perempuan muda menjadi agen perubahan di masyarakat.
Ketua Umum WITT, Yanti Heru, mengatakan ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan, tetapi proses mencari duta yang mampu menginspirasi generasi muda hidup tanpa rokok.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rina Ciang, menegaskan bahwa ajang ini lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya tren merokok, termasuk penggunaan vape di kalangan generasi muda.
Baca juga: Pengguna Tembakau Elektronik Diminta Perhatikan Dampak Lingkungan dan Kenyamanan
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, kami mencari figur yang tidak hanya cantik, tetapi juga cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap fenomena rokok dan vape yang mulai dianggap sebagai bagian dari gaya hidup, bahkan di kalangan usia muda.
Dalam ajang tersebut, delapan finalis terbaik tampil setelah melalui proses seleksi.
Hasil akhir menobatkan Keisha Rochelline Simorangkir sebagai Juara 1 Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau 2026, disusul Athaya Sabina Deyna sebagai Juara 2 dan Nazwa Aulia Nursyifa sebagai Juara 3.
Adapun gelar lainnya diraih oleh Cardia Abigail Edorose Wadoe (Harapan 1), Sabrina Feyla Anggita (Harapan 2), Madina Mazaya S (Harapan 3), Dhita Amelia Putri (Persahabatan), serta Syarifah Ashila Shofia Naoura Al Jufrie (Favorit).
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Tuti Rusdiono, Oki Asokawati, Venna Melinda, dan Yosilatu.
Dalam wawancara usai acara, Venna Melinda menilai para finalis memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di kalangan generasi muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/putriwwt.jpg)