Penumpang Gembira, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditambang Jadi 12 Kereta
KAI diminta membenahi peron di stasiun jalur Green Line agar bisa mengakomodiri penumpang saat naik dan turun ketika penambahan kereta direalisasikan.
Dengan adanya penguatan daya listrik tersebut memungkinkan layanan KRL lintas Rangkasbitung bisa mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang hanya 8 hingga 10 kereta dalam satu rangkaian.
Sehingga kata dia, kapasitas angkut KRL di tiap perjalanannya menjadi lebih besar, sehingga terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.
"Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL," ujar Anne.
Sementara itu, selain mengangkut untuk keperluan mobilitas masyarakat, lintas Rangkasbitung-Merak itu juga kata Anne, menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada Triwulan I 2026 telah melayani 11.349 pengguna.
Layanan ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membawa hasil pertanian untuk dijual.
“Pergerakan masyarakat di lintas ini terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” lanjut Anne.
Tarif Hanya Rp11.000
Saat ini, masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak dengan tarif yang terjangkau.
KRL Commuter Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung dikenakan tarif Rp8.000, lalu dilanjutkan dengan KA Lokal Rangkasbitung–Merak dengan tarif Rp3.000 sehingga total keseluruhan hanya Rp11.000.
Apabila pelanggan ingin melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatera dari Stasiun Merak, maka, perjalanan dapat diteruskan menggunakan kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Adapun tarif kapal reguler berada di kisaran Rp23.000 per orang, sementara kapal ekspres sekitar Rp85.000 per orang.
"Kereta api menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang terus bergerak, dari kawasan perkotaan hingga terhubung ke wilayah lain. Harapannya, konektivitas ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam bepergian," tandas Anne.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Stasiun-Tanah-Abang-Usai-di-Renovasi_20251017_213234.jpg)