Senin, 13 April 2026

Datangi Kantor Bulog, Mentan Amran Minta Maaf Pernah 'Bersih-Bersih' Pejabat

Amran memastikan kalau saat ini Bulog telah menyewa gudang dengan kapasitas penyimpanan untuk beras sebanyak 2 juta ton.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
MENTAN MINTA MAAF - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui awak media di Kantor Pusat PT Perum Bulog di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Amran ungkap kedatangannya ke Bulog untuk menyampaikan permohonan maaf karena pernah 'bersih-bersih' Bulog. 

Kata dia, Mentan Amran memang sengaja diundang oleh pihaknya untuk menghadiri rapat hari ini guna menerima laporan kerja dari Bulog.

"Oh, enggak beliau disini (menunjukkan) sayangnya Pak Mentan kepada bulog jadi, Pak Mentan karena sayang sama Bulog, beliau hadir karena kebetulan juga kami undang beliau untuk mendapatkan, apa, kami laporan kan namanya rapat evaluasi kan beliau selaku Kepala Bapanas kan sebagai ini kami, apa namanya sebagai pengendali kami oleh karena itu kami harus laporan ke beliau," kata Rizal.

Secara garis besar, Rizal memaknai permohonan maaf yang dilayangkan oleh Mentan Amran sebatas terkait profesionalisme kerja.

Kata dia, saat ini hampir sebagian besar karyawan hingga direksi Bulog yang jarang merasakan libur kerja lantaran harus mengabdi dan menjamin pasokan pangan aman untuk masyarakat.

"Permohonan maafnya maksudnya seperti itu karena apa, menyita waktu para karyawan Bulog yang seyogianya biasanya sabtu minggu dengan keluarga yang mohon maaf sebagian waktunya diambil dinas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara untuk melakukan penyerapan ataupun packaging dan lain sebagainya," tandas dia.

Copot Pejabat Bulog

Diketahui, Amran pernah mencopot sejumlah pejabat Bulog di daerah.

Pada tahun lalu, Amran mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Kalimantan Selatan Dani Satrio.

Diketahui, pencopotan ini setelah Amran mendapat keluhan petani saat panen raya di Desa Maluka, Kabupaten Tanah Laut dan merasa kecewa atas kinerja Bulog Kalsel yang pasif menyerap gabah saat panen raya.

“Saya kecewa dengan Bulog hari ini. Petani menunggu kepastian harga di sawah, tapi Bulog malah menunggu di gudang. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada perbaikan sistem. Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir,” papar Amran, Rabu, 19 Maret 2025.

Kemudian, Amran juga mencopot Pimpinan Cabang atau Pinca Perum Bulog Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Pemecatan ini dilakukan menyusul adanya penghentian serapan gabah para petani di wilayah setempat.

“Sudah dicopot hari ini. Bulog tidak boleh berdiam diri, kita tidak boleh berpangku tangan dan semua harus bergerak sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Amran di Jakarta, Rabu, 26 Maret 2025.Se

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved