Kamis, 21 Mei 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Legislator PAN Dorong Pemerintah Genjot Transisi Energi Ramah Lingkungan

Harga BBM nonsubsidi di Indonesia resmi naik per 18 April 2026, terutama untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Tayang:
dpr.go.id
TRANSISI ENERGI - Anggota Komisi XI DPR Ahmad Najib Qodratullah. Najib mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar biodiesel B50 guna mencapai cita-cita kemandirian energi di tengah krisis global saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Ahmad Najib Qodratullah mengingatkan pemerintah untuk terus berinovasi dan melakukan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan
  • Najib mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar biodiesel B50 guna mencapai cita-cita kemandirian energi di tengah krisis global saat ini
  • Najib meyakini, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi telah melalui proses panjang

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Najib Qodratullah mengingatkan pemerintah untuk terus berinovasi dan melakukan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan. 

Najib mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar biodiesel B50 guna mencapai cita-cita kemandirian energi di tengah krisis global saat ini.

Demikian disampaikan Najib menanggapi langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi. 

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Menperin Agus Gumiwang  Tegaskan Industri Tak Boleh Gunakan Solar Subsidi

Kenaikan signifikan terjadi pada BBM jenis pertamax turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, dexlite Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter dan pertamina dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

“Saya mendukung pemerintah untuk terus berinovasi mencari alternatif. Program B50 sebagai produk lokal biodisiel harus didukung guna mencapai kemandirian dalam produksi BBM alternatif. Lalu proses transisi dalam program energi terbarukan yang ramah lingkungan juga harus terus diupayakan,” tutur Najib kepada wartawan Selasa (21/4/2026).

Najib meyakini, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi telah melalui proses panjang. 

Najib memahami, bilamana saat ini muncul kekhawatiran kenaikan BBM nonsubsidi akan berdampak atau memberikan efek domino kepada daya beli masyarakat.

“Betul selalu ada dampak lanjutan dari kenaikan BBM, tapi perlu diingat bahwa kenaikan tersebut sudah melalui proses yang panjang,” kata Najib.

Lebih jauh, Najib meningatkan,  pemerintah telah berusaha mempertahankan harga BBM terkhusus yang bersubsidi di tengah krisis global. Padahal, disatu sisi saat ini rantai pasokan terganggu sehingga menyebabkan kelangkaan BBM di dunia.

“Dan pilihan terakhir dalam rangka menjaga stabilitas pilihan menaikan harga BBM nonsubsidi menjadi opsi paling berat,” ujar Najib.

Najib menganalisa, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga merupakan pilihan untuk menjaga stabilitas jangka panjang. Najib menerangkan, pilihan ini merupakan upaya agar harga BBM subsidi tidak naik di tengah krisis global akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Kita berdoa saja krisis ini tidak terlalu berlarut tapi saya melihat apa yang sudah dikerjakan pemerintah sudah luar biasa baik, dibanding negara tetangga yang lebih parah terdampak,” ujar Sekretaris Fraksi PAN DPR RI ini.

Sebagai informasi, harga BBM nonsubsidi di Indonesia resmi naik per 18 April 2026, terutama untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan cukup tajam: Pertamax Turbo kini Rp19.400/liter, Dexlite Rp23.600/liter, dan Pertamina Dex Rp23.900/liter. Pertamax dan Pertamax Green tetap tidak berubah.

Penyebab Kenaikan

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved