Minggu, 17 Mei 2026

Situasi Global Penuh Ketidakpastian, Pemerintah Diminta Perkuat Bauran Energi

Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling kuat dalam menghadapi krisis energi global 2026, berdasar riset JPMorgan Asset & Wealth Management.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
JAGA KETAHANAN ENERGI - Suasana stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Pemerintah diminta terus memperkuat bauran energi nasional, mempercepat pengembangan energi terbarukan, serta meningkatkan efisiensi dan ketahanan sektor energi secara menyeluruh. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia kini berada di peringkat kedua negara paling tahan terhadap krisis energi yang saat ini terjadi di dunia mengacu pada riset JPMorgan Asset & Wealth Management. 
  • Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia dan memicu ketidakpastian harga berbagai komoditas penting dunia. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR M. Sarmuji menyampaikan Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara paling kuat dalam menghadapi krisis energi global tahun 2026, berdasarkan riset JPMorgan Asset & Wealth Management. 

Menurutnya, situasi global saat ini tidak mudah, karena konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia dan memicu ketidakpastian harga berbagai komoditas penting dunia. 

"Dalam konteks ini, posisi Indonesia yang relatif kuat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan cerdas dalam membaca situasi,” ujar Sarmuji, Rabu (22/4/2026).

Sarmuji yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI mengatakan, capaian tersebut menjadi lebih berarti mengingat Indonesia pada dasarnya masih merupakan negara importir energi, khususnya minyak. 

Karena itu, kemampuan bertahan dalam tekanan global menunjukkan adanya kombinasi kebijakan yang tepat antara pengelolaan sumber daya domestik dan strategi mitigasi risiko.

Hal ini sejalan dengan hasil riset JPMorgan Asset & Wealth Management dalam laporan “Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026,” yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling kuat menghadapi krisis energi global, dengan tingkat ketahanan sebesar 77 persen, tepat di bawah Afrika Selatan (79 persen).

Baca juga: Ketegangan Kawasan Timur Tengah Panaskan Harga Minyak, RI Diminta Perkuat Diplomasi Energi

Adapun peringkat lengkap negara dengan ketahanan energi tertinggi adalah sebagai berikut:

1. Afrika Selatan: 79 persen

2. Indonesia: 77%

3. China: 76%

4. Amerika Serikat: 70%

5. Australia: 68%

6. Swedia: 66%

7. Pakistan: 65%

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved