Jumat, 1 Mei 2026

Tugure Catat Laba Bersih Rp 110 Miliar di 2025, PSAK 117 Perkuat Transparansi

Dradjat Irwansyah, menyampaikan implementasi PSAK 117 memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap kinerja Perseroan

Tayang:
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
Media gathering Tugu Reasuransi, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tugure mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025 pasca penerapan PSAK 117, dengan laba bersih Rp 110 miliar.
  • Ekuitas mencapai Rp 1,5 triliun, memperkuat fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025, yang sekaligus menjadi periode penting dengan penerapan standar akuntansi terbaru PSAK 117.

Melalui implementasi PSAK 117, Perseroan semakin memperkuat transparansi dan kualitas pelaporan keuangan, khususnya dalam mencerminkan kinerja jasa asuransi secara lebih komprehensif. Hal ini turut mendorong peningkatan signifikan pada sejumlah indikator kinerja utama.

Baca juga: Jawaban Tugure Soal Kabar Merger Perusahaan Reasuransi Pelat Merah

Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025, hasil jasa asuransi Tugure tercatat sebesar Rp 192,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya, yaitu Rp 8,9 miliar. Sementara hasil investasi tercatat sebesar Rp 254,4 miliar, tumbuh 57 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 161,2 miliar. Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 110 miliar.

Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah, menyampaikan implementasi PSAK 117 memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap kinerja Perseroan.

“Penerapan PSAK 117 mewajibkan kami menyajikan kinerja jasa asuransi secara transparan dan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas laporan keuangan dan pengambilan keputusan ke depan,” ujarnya, Rabu (30/4/2026).

Kinerja tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis Perseroan, yang didukung oleh disiplin underwriting serta pengelolaan portofolio yang lebih selektif.

Memasuki 2026, Tugure memandang prospek industri reasuransi tetap positif, meskipun diwarnai dinamika pasar yang semakin kompetitif seiring mulai terjadinya fase softening market. Dalam konteks tersebut, Perseroan tetap mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan berkelanjutan.

Baca juga: Bangunan Atap Nyaris Ambruk, Tugure Renovasi Panti Asuhan di Serang Banteng

Dari sisi permodalan, Tugure juga menunjukkan posisi yang solid. Hingga saat ini, ekuitas Perseroan telah mencapai angka Rp 1,5 triliun, yang telah memenuhi ketentuan modal minimum industri reasuransi tahun 2026 sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Ke depan, Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas permodalan dengan mencapai KPPE 2 pada tahun 2028, Tugure optimis ekuitas dapat tumbuh secara organik mencapai angka Rp 2 triliun.

Di tengah dinamika global, termasuk volatilitas ekonomi dan ketegangan geopolitik, Tugure akan semakin mengedepankan pengelolaan risiko yang prudent. Hal ini menjadi penting mengingat pasar reasuransi mulai memasuki fase softening, sehingga risiko eksternal perlu diantisipasi secara cermat.

Sejalan dengan itu, Perseroan terus memperkuat strategi bisnis melalui penguatan kualitas underwriting, optimalisasi portofolio, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra domestik. Tugure juga tetap membuka peluang ekspansi secara selektif, baik di pasar domestik maupun regional, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi profitabilitas secara hati-hati.

Dengan fundamental yang semakin kuat pasca implementasi PSAK 117, Tugure optimistis dapat menjaga kinerja yang berkelanjutan serta terus berkontribusi dalam memperkuat industri reasuransi nasional.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved