Kamis, 7 Mei 2026

Belajar dari Tiongkok dan India, Pemerintah RI Perlu Perkuat Insentif Proyek DME

Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME Indonesia sulit terserap tanpa intervensi kebijakan pemerintah kuat berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/dok. Kompas/Zintan Prihatini
HILIRISAS BATU BARA - Pengamat energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa. Dia menegaskan, keberhasilan hilirisasi ini sangat bergantung pada intervensi kebijakan pemerintah. 

Berbeda dengan kedua negara tersebut, Amerika Serikat (AS) fokus pada DME sebagai bahan bakar diesel alternatif untuk truk berat.

"Peran swasta seperti Oberon Fuels tinggi. Walau Tidak ada subsidi langsung, tetapi insentif, namun Relevan untuk aspek teknologi small-scale dan standar emisi. Tapi sayangnya model bisnis dan sumber bahan baku berbeda signifikan dengan Indonesia," pungkasnya. 

Berkaca dari pemain global, Indonesia dinilai memiliki modal sumber daya dan urgensi fiskal yang serupa dengan Tiongkok dan India. Iwa optimistis, jika Indonesia mampu menggabungkan kecepatan eksekusi ala Tiongkok, kehati-hatian sosial ala India, dan standar lingkungan ala AS, proyek DME nasional akan menjadi sukses.

Apalagi, potensi pasar DME global terus tumbuh. Data Fortune Business Insights memproyeksikan nilai pasar DME akan melonjak dari US$11,09 miliar pada 2025 menjadi US$24,13 miliar pada 2034. Kawasan Asia Pasifik diprediksi tetap mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 64,70% pada 2025.


--

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved