Kamis, 7 Mei 2026

Industri Drone Nasional Terus Digenjot untuk Tembus Pasar Luar Negeri

Saat ini terdapat 15 industri drone berskala kecil dan dua industri drone berskala menengah dan menyerap 218 tenaga kerja.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok.
INDUSTRI DRONEL LOKAL - Drone produksi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM). Saat ini terdapat 15 industri drone berskala kecil dan dua industri drone berskala menengah dan menyerap 218 tenaga kerja. 

Ringkasan Berita:
  • Saat ini terdapat 15 industri drone berskala kecil dan dua industri drone berskala menengah dan menyerap 218 tenaga kerja.
  • Kemenperin memfasilitasi sertifikasi standar internasional guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk drone buatan Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan ekosistem industri pesawat nirawak atau drone nasional, khususnya yang dikembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM). 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi sertifikasi standar internasional guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk drone buatan dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, IKM drone memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pengembangan teknologi.

"Ke depan, Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pembinaan IKM drone melalui pendekatan yang holistik, mulai dari perluasan akses pasar, penguatan kapasitas teknologi, hingga pemberian perlindungan dan fasilitas afirmatif bagi pelaku usaha," tutur Agus dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Pemerintah berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri drone nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah melalui fasilitasi sertifikasi bagi IKM drone, baik dari sisi produk maupun operasional.

"Industri drone merupakan sektor masa depan. Kemenperin hadir untuk memastikan pelaku IKM drone dapat tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," ucapnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), selama tiga tahun terakhir Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) telah menjalankan berbagai program pembinaan secara terstruktur.

Baca juga: Industri Kosmetik Kian Moncer, Kemenperin Genjot Daya Saing hingga Pasar Global

Saat ini terdapat 15 unit industri drone berskala kecil dan dua unit usaha berskala menengah dan menyerap 218 tenaga kerja.

Secara keseluruhan, ekosistem industri drone nasional mencakup 29 unit usaha dengan total 853 tenaga kerja dan nilai investasi mencapai Rp 7,17 miliar.

"Peran IKM dalam rantai nilai industri drone tidak sekadar pelengkap, melainkan sebagai inkubator inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal," imbuh Agus.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan, pembinaan IKM drone diperkuat melalui program fasilitasi sertifikasi ISO 9001:2015 yang berlangsung hingga Oktober 2026.

"Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi, mulai dari pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen, audit internal, hingga pendampingan audit eksternal sampai memperoleh sertifikat ISO," jelas Reni.

Baca juga: Tembus Pasar Eropa, Industri Semen Nasional Mulai Ekspor 11.275 Metrik Ton Semen

Menurut Reni, sertifikasi tersebut penting untuk memastikan standar kualitas produksi IKM drone sesuai tuntutan pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor.

Selain sertifikasi, Kemenperin juga membuka peluang kerja sama internasional melalui partisipasi IKM drone dalam ajang BRICS - Science and Innovation Incubation Park (SIIP) di Xiamen, Tiongkok.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved