Jaringan Irigasi Sepanjang 14 Km Dibangun untuk Perkuat Swasembada Pangan
Jaringan irigasi ke wilayah pertanian dibangun sebagai upaya memperkuat swasembada pangan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Ringkasan Berita:
- Rehabilitasi jaringan irigasi di Lampung Barat mencakup empat daerah irigasi dengan panjang penanganan 14,1 kilometer.
- Proyek ini ditargetkan meningkatkan distribusi air dan produktivitas pertanian di lahan seluas 1.102 hektare.
- Pembangunan irigasi disebut mendukung ketahanan pangan nasional dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan irigasi ke wilayah pertanian dibangun sebagai upaya memperkuat swasembada pangan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Salah satu jaringan irigasi yang direhabilitasi yaitu di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini mencakup pekerjaan beberapa daerah irigasi, yaitu Daerah Irigasi (D.I) Rawa Kalong, D.I Way Haru Sekunyir Intake 1, D.I Way Haru Sekunyir Intake 2, serta D.I Way Samang dengan total panjang penanganan mencapai 14.100 meter (14,1 Km) dan luas layanan irigasi sebesar 1.102,68 hektare.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana menyampaikan, pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal.
“Melalui rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Lampung ini, kami berharap distribusi air menuju area pertanian dapat menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian masyarakat ikut meningkat,” ujar Dian dikutip Selasa (12/5/2026).
Ruang lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan saluran, pekerjaan pasangan, hingga rehabilitasi bangunan bagi, sadap dan bagi sadap.
Baca juga: Tinjau Irigasi, Ibas Tegaskan Peran Strategis Ngawi Menjaga Stabilitas Pangan
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat.
“Pembangunan infrastruktur irigasi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur tersebut mampu mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat."
"Ketika distribusi air berjalan baik, maka aktivitas pertanian akan menjadi lebih produktif, masa tanam lebih terjaga, dan hasil pertanian masyarakat pun dapat meningkat,” tambahnya.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Progam P3-TGAI Perkuat Infrastruktur Irigasi di 9.597 Lokasi
Selain fokus pada kualitas pembangunan, kata Dian, Brantas Abipraya juga terus mengedepankan penerapan budaya keselamatan kerja dalam setiap proses konstruksi melalui implementasi SMKK.
Perusahaan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan mutu konstruksi yang telah ditetapkan.
“Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," jelas Dian.
Lebih lanjut, Brantas Abipraya optimistis proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan irigasi di wilayah Lampung Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pembangunan-jarigan-irigasi-OK.jpg)