Indonesia Incar Swasembada 8 Komoditi Pangan di 2026, dari Gula hingga Cabai
Pemerintahan Presiden Prabowo menargetkan bisa meraih swasembada pada delapan komoditi pangan, termasuk gula dan cabai di neraca pangan Bapanas.
Ringkasan Berita:
- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan bisa meraih swasembada pada delapan komoditi pangan, termasuk gula dan cabai dan dituangkan dalam neraca pangan Bapanas.
- Ketersediaan beras diperkirakan mencapai 31,3 juta ton, jauh di atas kebutuhan sebesar 15,4 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 15,8 juta ton.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengungkap target pencapaian swasembada pangan strategis di tahun 2026 ini. Setidaknya ada delapan komoditas yang akan tercapai swasembadanya dalam waktu dekat ini.
Proyeksi tersebut didasarkan pada neraca pangan yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Data hingga pertengahan 2026 menunjukkan ketersediaan pangan nasional secara umum melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga menghasilkan surplus di sejumlah komoditas utama.
"Artinya upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat seperti yang disampaikan Presiden, ini sudah kelihatan nyata datanya," kata Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026.
Pada neraca pangan tersebut, ketersediaan untuk komoditas beras diperkirakan mencapai 31,3 juta ton, angka tersebut kata Astawa, jauh di atas kebutuhan sebesar 15,4 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 15,8 juta ton.
"Kondisi ini memperkuat posisi beras sebagai komoditas yang telah lebih dulu mencapai swasembada sejak tahun lalu," ucapnya.
Komoditas lain juga menunjukkan tren serupa, dimana untuk Jagung diproyeksikan memiliki ketersediaan 13,2 juta ton dengan kebutuhan 8,4 juta ton, menghasilkan surplus 4,7 juta ton.
Baca juga: Mentan Amran Sulaiman Sebut Banyak yang Tidak Bahagia Kalau Indonesia Swasembada
Gula konsumsi mencatat ketersediaan 2,2 juta ton, melampaui kebutuhan 1,4 juta ton atau surplus sekitar 797 ribu ton.
Sementara itu, pada komoditas hortikultura, cabai besar diperkirakan surplus 87 ribu ton dari total ketersediaan 551 ribu ton. Produksi cabai rawit juga mengalami kelebihan pasokan sebesar 61 ribu ton di tahun ini.
Bawang merah turut mencatat surplus sekitar 53 ribu ton, dengan sebagian produksi bahkan telah diarahkan untuk ekspor.
Baca juga: Stafsus Mentan Sentil Pihak yang Ragukan Data Produksi Beras Nasional: Kalau Nggak Tahu, Nanya!
Di sektor protein hewani, daging ayam dan telur ayam juga menunjukkan kinerja positif. Produksi daging ayam mencapai 2,9 juta ton, melebihi kebutuhan 2 juta ton atau surplus sekitar 950 ribu ton.
Telur ayam mencatat surplus 517 ribu ton dari ketersediaan 3,7 juta ton. Sebagian kelebihan produksi ini telah dimanfaatkan untuk pasar ekspor.
Meski demikian, pemerintah kata dia, masih memiliki PR, karena sejumlah komoditas lain yang kebutuhannya belum sepenuhnya dipasok dalam negeri, seperti bawang putih, kedelai, serta daging sapi dan kerbau, juga terus didorong menuju swasembada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Harga-Cabai-Jelang-Ramadan-2026-di-Pasar-Besar-Kota-Malang_20260212_143316.jpg)