Harga Saham
IHSG Sesi Pertama Ambles 1,81 Persen, Investor Panik Usai Pengumuman MSCI Menghantam Bursa
Transaksi yang dilakukan investor setengah hari ini mencapai 24,74 lembar saham senilai Rp10,26 triliun.
Ringkasan Berita:
- IHSG sesi I Rabu (13/5/2026) ditutup ambles 1,81 persen ke level 6.734,54 dengan 411 saham melemah.
- Tekanan pasar dipicu hasil review MSCI yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks global.
- Hans Kwee menilai investor tak perlu panic selling karena penghapusan saham lebih bersifat teknikal, bukan fundamental perusahaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Rabu (13/5/2026) berakhir ambles 1 persen lebih.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup 1,81 persen atau 124,36 poin ke level 6.734,54.
Pergerakan IHSG sesi pertama di rentang 6.726,57 hingga 6.787,35.
Baca juga: Efek Pengumuman MSCI, IHSG Pagi Ini Rontok 1 Persen Lebih ke Posisi 6.727
Ada 411 saham melemah, 280 saham naik, dan 268 saham stagnan.
Transaksi yang dilakukan investor setengah hari ini mencapai 24,74 lembar saham senilai Rp10,26 triliun.
Co Founder PasarDana dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, menyampaikan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi pengumuman hasil review indeks global MSCI periode Mei 2026.
"Pelaku pasar seharusnya lebih tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan jual (panic selling)," papar Hans.
Menurutnya, perlu dipahami bahwa penghapusan (deletion) sejumlah emiten dari indeks ini lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut.
Ia menyebut, selain itu banyak pelaku pasar dan fund manager sudah mengantisipasi penghapusan saham tersebut oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir.
"Fund manager pasif sebagian akan memanfaatkan periode terakhir di 29 Mei untuk melakukan rebalancing portofolionya mengikuti pengumuman MSCI," paparnya.
"Di balik volatilitas jangka pendek ini, justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor Small Cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa (forced selling) oleh fund manager pasif," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat-Usai-Koreksi-Tajam_20260130_172257.jpg)