Selasa, 5 Mei 2026

Harga Saham

IHSG Ambles Usai Pengumuman Terbaru dari MSCI, Saham BBRI Anjlok 4,65 Persen

Keputusan MSCI terbaru berpotensi menahan aliran dana asing dan membatasi katalis penguatan pasar.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MELEMAH - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Hari ini IHSG dibuka melemah ke level 7.560,28 dari posisi penutupan hari sebelumnya 7.594,11. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG turun ke kisaran 7.500 usai MSCI menahan inklusi saham RI.
  • Saham BBRI anjlok 4,65 persen, sementara bank BUMN lain menguat tipis.
  • Keputusan MSCI berpotensi menahan aliran dana asing dan membatasi katalis penguatan pasar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (21/4/2026) ambles usai pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026.

Tercatat, IHSG dibuka melemah ke level 7.560,28 dari posisi penutupan hari sebelumnya 7.594,11.

IHSG semakin melemah seiring telah dimulainya jam perdagangan, sekitar pukul 09.16 WIB sudah merosot ke posisi 7.534.

Baca juga: IHSG Ditutup Melonjak 2,34 Persen, Rupiah Loyo ke Posisi Rp17.127 per Dolar AS

Sejak dibuka hingga pukul tersebut, IHSG bergerak pada rentang 7.518 hingga 7.568.

Nilai transaksi mencapai Rp2,77 triliun dengan melibatkan 7,41 miliar lembar saham.

Saat IHSG mengalami tekanan, saham perbankan BUMN menghijau kecuali PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) anjlok hingga 4,65 persen ke posisi Rp3.280 di pukul 09.27 WIB, di mana harga penutupan kemarin  Rp3.440 per saham.

Sedangkan saham Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 0,54 persen ke level Rp3.690, PT Bank Mandiri (BMRI) naik 0,22 persen jadi Rp4.630, dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 0,38 persen ke posisi Rp1.320 per saham.

Sentimen MSCI

Keputusan MSCI membekukan penambahan saham Indonesia dalam indeknya karena proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.

Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini. 

Selain itu, MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia.

MSCI menegaskan pihaknya masih mengkaji ruang lingkup, konsistensi, serta efektivitas data dan kebijakan baru yang diumumkan otoritas Indonesia.

Hasil evaluasi tersebut akan diumumkan kembali pada tinjauan berikutnya di bulan Juni.

Langkah ini muncul setelah MSCI pada Januari lalu memperingatkan bahwa Indonesia berisiko turun status dari pasar emerging menjadi frontier akibat isu transparansi kepemilikan dan perdagangan saham. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved