Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target di Kuartal I 2026
Produksi minyak PHI dari wilayah Kalimantan mencapai 120 persen dari target dan produksi gas 105 persen dari target.
Ringkasan Berita:
- PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya di wilayah Kalimantan memproduksi 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) dan 619 juta standar kaki kubik per hari.
- Produksi minyak dari wilayah ini 120 persen dari target dan produksi gas 105 persen dari target.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produksi minyak dan gas bumi Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melampaui target selama kuartal I 2026.
Per akhir Maret 2026, PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya di wilayah Kalimantan memproduksi 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) dan 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), atau setara dengan 120 persen dan 105 persen dari target produksi tahun ini.
"Di PHI, kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting dalam mendukung pencapaian target produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia," ujar Direktur Utama PHI, Sunaryanto dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).
Selain dari segi kinerja produksi migas yang baik, PHI juga mengklaim mampu menjaga kinerja keselamatan dengan nihil fatalitas (zero fatality), mencapai 57,36 juta jam kerja selamat, serta meraih nihil Lost Time Incident (zero LTI).
Menurut pria yang akrab disapa Anto tersebut, keberhasilan pihaknya dalam mendorong inovasi dan keandalan fasilitas menjadi salah satu elemen kunci dalam meningkatkan produksi.
"Penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis Perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan," tuturnya.
Sejumlah upaya dilakukan perusahaan yang menghasilkan peningkatan produktivitas migas, antara lain pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur sehingga dapat memperpanjang usia sumur dan lapangan migas.
Baca juga: Kuartal I 2026, PHE Genjot Produksi Migas dan Tambah Cadangan Energi Nasional
"Berkat inovasi, kolaborasi lintasfungsi, dan sinergi yang terbentuk menjadikan proyek-proyek utama Perusahaan dalam rencana kerja tahun 2026 dapat mencatatkan hasil seperti yang diharapkan," imbuhnya.
Salah satu inovasi oleh anak perusahaan PHI adalah penerapan metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dan Lapangan Mutiara serta Lapangan Pamaguan, yang dikelola anak perusahaan PHI lainnya, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Baca juga: 13 Sumur Migas Ditemukan di Kawasan Transmigrasi Kaltim, Nilainya Tembus Rp2,5 T
Metode HPPO tersebut untuk mengatasi tantangan jenis minyak yang memiliki kandungan lilin atau parafin tinggi dengan titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa.
"Penggunaan pelarus khusus mampu menjaga minyak agar tetap cair (tidak membeku) sehingga aliran produksi berlangsung optimal dan berkelanjutan. Tak hanya itu, terobosan teknologi lainnya di PHM juga berhasil mengoptimalkan produksi dari sumur emulsi di Lapangan Tunu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rig-anjungan-minyak-lepas-pantai-OK.jpg)