Jumat, 15 Mei 2026

Transformasi Sangkar Burung Eank Solo, Manfaatkan Barang Limbah Jadi Berkah

Memanfaatkan limbah jadi berkah, Sangkar Burung Eank Solo bukti UMKM kreatif bisa bersaing dengan wirausaha lainnya

Tayang: | Diperbarui:
Instagram @sangkar_aquarium_paralon
LIMBAH JADI BERKAH - Produk snagkar burung dari limbah pipa bekas dari Eank Solo 

Sebelumnya, pemasaran hanya mengandalkan relasi antar pedagang dan penjualan langsung di pasar.

Melalui pelatihan yang diikutinya, Eko mulai belajar menggunakan media sosial dan marketplace untuk memasarkan produk.

Ia juga mulai memahami cara berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

“Dulu saya nggak paham soal pemasaran online. Pelan-pelan belajar dari situ,” tuturnya.

Video promosi pertama bahkan dibuat menggunakan fasilitas komputer di Rumah BUMN Solo.

Dari situ, pesanan mulai datang dari luar daerah hingga luar negeri.

Saat ini, sangkar burung buatannya telah dikirim ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, hingga Belgia.

“Kalau ekspor sendiri mulai sekitar 2018,” ujarnya.

Kini, Eko memproduksi berbagai jenis sangkar dengan ukuran berbeda. Harga jualnya mulai Rp350 ribu hingga Rp2,5 juta tergantung model dan tingkat kerumitan.

Dalam proses produksi, ia juga melibatkan pekerja di sekitar tempat tinggalnya.

Usaha yang dirintis Eko turut membawanya meraih sejumlah penghargaan.

Ia pernah menjadi Juara Program BRIncubator 2018 dan memperoleh Industry Innovation Award 2021 kategori Dampak Lingkungan.

Selain itu, produknya juga pernah tampil dalam program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR untuk UMKM unggulan.

Meski usahanya berkembang, Eko mengaku tetap ingin berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lain.

Ia beberapa kali diundang menjadi pembicara di kampus maupun komunitas usaha untuk berbagi pengalaman seputar pemasaran dan ekspor.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved