Sabtu, 16 Mei 2026

Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan

Bagi Mas Heri, KUR bukan sesuatu yang asing. Sudah beberapa kali memanfaatkan program pembiayaan tersebut untuk menopang usahanya

Tayang:
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
BERTAHAN - Heriyanto, berdiri di depan lapak Tahu Kupat Pak Har di Shelter Kuliner Manahan Solo. Pedagang tahu kupat asal Sragen ini telah melewati masa-masa sulit, mulai dai pandemi Covid-19 hingga relokasi pasar membuatnya jatuh bangun bertahan. 

Pembeli datang silih berganti, mulai dari warga lokal hingga pengunjung luar kota yang berolahraga atau berwisata di kawasan Manahan.

“Sekarang pengunjung berangsur ramai karena shelter baru,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski demikian, tantangan belum benar-benar usai. Persaingan usaha kuliner di Kota Solo semakin ketat.

Harga bahan pokok juga terus mengalami fluktuasi. Pelaku UMKM seperti Mas Heri dituntut mampu menjaga kualitas rasa sekaligus mempertahankan pelanggan di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat.

Bagi Mas Heri, pengalaman melewati pandemi dan relokasi menjadi pelajaran penting tentang bertahan hidup.

Ia percaya usaha kecil hanya bisa terus berjalan jika pemiliknya tidak mudah menyerah ketika keadaan berubah.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan Manahan yang kini kembali hidup, warung Tahu Kupat Pak Har berdiri sebagai penanda bahwa perjuangan pedagang kecil tidak pernah benar-benar padam.

Dari sepiring tahu kupat sederhana, ada cerita tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan harapan yang terus dijaga meski berkali-kali diterpa keadaan.

Berbagai Dukungan

Sudarto, rekan sesama pedagang yang juga ketua paguyuban shelter, merasakan dampak positif dari kehadiran BRI.

Bank berpelat merah ini memfasilitasi akses pembayaran digital berupa QRIS.

“Sekarang sebagian besar pedagang sudah terbiasa pakai. Memang awalnya perlu sosialisasi, tapi sekarang sudah lancar,” kata pemilik usaha es teler ‘Kau Datang Kembali’ itu.

Ia berharap, berbagai fasilitas yang disediakan seperti tempat yang baik hingga fasilitas teknologi mampu membawa harapan pedagang untuk bisa meneruskan hidup.

Tak lupa, ia meminta kepada Pemerintah Kota Surakarta untuk mendukung keberlangsungan UMKM dengan menambah terselenggaranya berbagai event.

Harapannya event-event bertabah digelar di Stadion Manahan dan sekitarnya, atau di Kota Bengawan pada umumnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved