Gejolak Rupiah
Rupiah Bisa Tembus Level Baru Rp 18.000 Per Dolar AS, Pengamat Usul Stop MBG
Pemerintah diminta menghentikan sejumlah proyek strategis yang membebani APBN untuk menstabilkan rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.
Selain itu, ia meminta pejabat pemerintah menjaga komunikasi publik agar tidak memicu sentimen negatif di pasar keuangan.
"Pejabat-pejabat pemerintah, presiden pun juga memberikan informasi yang positif untuk pasar. Jangan memanas-manasin pasar," ujarnya.
Menurut Ibrahim, pernyataan yang meremehkan pemahaman masyarakat desa terhadap dolar AS justru dapat memperburuk sentimen pasar.
"Jangan memanas-manasin pasar kayak kemarin yang mengatakan bahwa orang-orang desa itu tidak menggunakan dolar. Buktinya sekarang banyak orang yang melakukan transaksi valas, beli mata uang, karena adanya teknologi."
"Di kampung itu lebih pinter. Buktinya orang melakukan transaksi di saham, di derivatif, di kripto, itu banyak dari daerah-daerah dari kampung-kampung dari desa-desa," jelasnya.
Ibrahim menilai sentimen negatif tersebut dimanfaatkan spekulan pasar internasional untuk menekan rupiah lebih dalam.
Ia bahkan memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS pada akhir Mei 2026.
"Ini pun juga akhirnya para spekulan secara pasar internasional mempermainkan rupiah sehingga rupiah kembali mengalami pelemahan dan di depan mata rupiah itu Rp 18.000 di akhir bulan Mei ini," kata Ibrahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Zulhas-Zulkifli-Hasan-Makan-Bergizi-Gratis.jpg)