Jumat, 22 Mei 2026

Tumbuh 55,8 Persen, BTN Raup Laba Rp1,16 Triliun per April 2026

BTN mencatatkan laba operasional sebesar Rp1,49 triliun atau meningkat 48,6 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp1 triliun.

Tayang:
Penulis: Sanusi
Ismoyo
LABA BTN - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. BTN mencatatkan laba operasional sebesar Rp1,49 triliun atau meningkat 48,6 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp1 triliun. 
Ringkasan Berita:
  • BTN mencatat laba bersih Rp1,16 triliun hingga April 2026, naik 55,84 persen yoy berkat efisiensi biaya dana dan penguatan fundamental bisnis.
  • Kredit, aset, dan DPK juga tumbuh positif, dengan porsi dana murah mencapai 50 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid hingga April 2026 di tengah dinamika likuiditas industri perbankan.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun (bank only) atau meningkat 55,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp744 miliar.

Dari laporan keuangan bulanan BTN, menunjukkan pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penguatan fundamental bisnis, efisiensi biaya dana, serta pengelolaan kualitas aset yang semakin baik. Hingga April 2026, BTN berhasil mencatatkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp 4,67 triliun atau tumbuh 10,35 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 4,23 triliun.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional, BTN Salurkan KPP Hampir Rp 3 Triliun

Pada saat yang sama, perseroan berhasil menekan beban bunga menjadi Rp 4,41 triliun atau turun 16,36 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,27 triliun. Penurunan cost of fund tersebut menjadi salah satu penopang utama peningkatan profitabilitas BTN pada awal tahun ini.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp1,49 triliun atau meningkat 48,6 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp1 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, fungsi intermediasi perseroan juga terus meningkat. Hingga April 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp 344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 316,54 triliun. Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 445,70 triliun atau tumbuh 8,07 persen yoy. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp 357,83 triliun tumbuh 6,31 persen yoy dari Rp 336,58 triliun pada April 2025. Pencapaian tersebut juga mencatatkan porsi dana murah (CASA) mencapai 50 persen dari total DPK.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu optimistis transformasi bisnis yang dijalankan perseroan akan terus memperkuat pertumbuhan kinerja BTN secara berkelanjutan. BTN, lanjutnya, juga memacu bisnis beyond mortgage untuk dapat memenuhi kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia.

“Kami optimistis transformasi yang dijalankan BTN akan terus memperkuat fundamental bisnis perseroan. Selain menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BTN juga akan terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem perumahan nasional serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Nixon.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved