Sabtu, 30 Mei 2026

Emiten GMFI Bidik Pendapatan Rp9,5 Triliun dan Laba Bersih Rp617,7 M di 2026

GMFI berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia di 2025.

Tayang:
Tribunnews.com/dok.
KINERJA KEUANGAN - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Jumat (22/5/2025).  

Ringkasan Berita:
  • GMFI menargetkan pendapatan 542,8 juta dolar AS dan laba bersih 35,1 juta dolar AS sepanjang 2026.
  • Pada kuartal I 2026, perseroan mencatat laba berjalan 6,76 juta dolar AS dengan pendapatan usaha 114,94 juta dolar AS di tengah transformasi dan efisiensi operasional.
  • GMFI juga memperluas bisnis perawatan pesawat komersial dan sektor pertahanan, termasuk kerja sama dengan Dassault Aviation terkait program offset pesawat Rafale.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membidik pendapatan di 2026 senilai 542,8 juta dolar AS (sekitar Rp9,55 triliun) dengan estimasi laba bersih 35,1 juta dolar AS (sekitar Rp617,78 miliar).

Tercatat, pada kuartal I 2026, perseroan membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS dan pendapatan usaha 114,94 juta dolar AS.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi menyampaikan, target kinerja keuangan tahun ini akan dicapai melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis profitable.

“Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh melalui solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya,” pungkas Andi saat paparan publik GMFI, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 perseroan mengantongi pendapatan usaha 491,9 juta dolar AS (Rp8,25 triliun) dan laba bersih 33,9 juta dolar AS (Rp570 miliar).

"Laba bersih naik signifikan sebanyak 26,3 persen dibanding tahun 2024 senilai 26,9 juta dolarAS (Rp451 miliar)," ucapnya.

Kinerja perseroan juga meningkat dari sisi neraca dengan total aset menjadi 813 juta dolar AS (Rp13,6 triliun) atau tumbuh 91,5 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: GMFI Kantongi Laba 20,3 Juta Dolar AS, Perawatan Mesin Pesawat Kontributor Terbesar

Ia menyampaikan, peningkatan kinerja ini turut didukung aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif.

Ekspansi Pasar hingga Diversifikasi Bisnis

Pada 2025, GMFI menjaga momentum pertumbuhan dengan kontribusi pendapatan dari segmen non-group-afiliasi yang mencapai 141,3 juta dolar AS atau setara 28,7 persen dari total pendapatan.

Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI melayani Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus memperluas basis customer baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

Sepanjang tahun lalu, GMFI juga berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia.

Baca juga: Bangun MRO di Bandung, Republik Aero Teken MoU Perawatan Pesawat Militer dengan Perusahaan Prancis

Pada sektor pertahanan, GMFI menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737-800.

Andi menyampaikan, perseroan memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved