Senin, 25 Mei 2026

Saat Rupiah Tertekan, Proyek Properti Berbasis Pendidikan Dinilai Lebih Tahan Guncangan

Urbanova yang dibangun di Surabaya Timur yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi pusat ekspansi kota dan kawasan industri baru.

Tayang:
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
TAHAN TEKANAN DOLAR - Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama operasi antara PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dan PT Art Design Indonesia (ADI) untuk pengembangan kawasan Urbanova di Surabaya Timur. Proyek berbasis Edu Hub Ecosystem ini dinilai memiliki prospek jangka panjang di tengah tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan dolar AS. (HO/IST) 

Ringkasan Berita:
  • Pelemahan rupiah dan kenaikan dolar AS dinilai memberi tekanan jangka pendek pada sektor properti, terutama biaya konstruksi
  • Proyek berbasis pendidikan dianggap lebih tahan karena memiliki permintaan yang stabil.
  • Proyek Urbanova membidik potensi pasar besar dari lebih 64 ribu mahasiswa dan kawasan industri SIER, sehingga dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang di tengah volatilitas ekonomi global.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan pada sejumlah sektor bisnis, termasuk properti. Kenaikan kurs berpotensi meningkatkan biaya konstruksi, terutama untuk material impor dan kebutuhan pendukung proyek.

Namun di tengah kondisi tersebut, proyek properti berbasis ekosistem pendidikan dinilai memiliki daya tahan lebih kuat dibanding pengembangan konvensional.

Pandangan itu menjadi salah satu dasar PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengembangkan Urbanova di Surabaya Timur.

Baca juga: Tren Penjualan Rumah Second Mulai Naik, Bagaimana Prospek Pasar Properti di Indonesia?

Dalam pelaksanaan proyek, KOTA menggandeng PT Art Design Indonesia (ADI), ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama operasi antara PT DMS Propertindo Tbk dan  di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, pekan kemarin.

Tahan Guncangan Volatilitas Global

Direktur Urbanova Tatang Sukmana menjelaskan, proyek ini mengusung konsep Edu Hub Ecosystem pertama di Indonesia yang menggabungkan hunian, pendidikan, bisnis, olahraga, hingga lifestyle dalam satu kawasan terpadu.

Tatang mengatakan gejolak nilai tukar memang memberi tekanan jangka pendek terhadap industri properti.

Meski demikian, ia menilai permintaan terhadap kawasan terintegrasi dengan fundamental kuat tetap akan tumbuh.

“Kenaikan dolar memang memberi tekanan jangka pendek, tetapi kebutuhan terhadap properti berkualitas dan integrated living tetap tumbuh. Justru aset properti dengan fundamental kuat cenderung lebih resilient di tengah volatilitas global,” ujar Tatang, dikutip Senin (25/5/2026).

Menurut Tatang, proyek berbasis pendidikan memiliki karakter pasar yang relatif stabil karena ditopang aktivitas jangka panjang dari mahasiswa, tenaga pengajar, pelaku bisnis, hingga komunitas industri. Hal tersebut berbeda dengan proyek properti yang hanya mengandalkan penjualan residensial semata.

Urbanova sendiri dibangun di Surabaya Timur yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi pusat ekspansi kota dan kawasan industri baru.

Lokasinya berada di sekitar sejumlah kampus besar seperti UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Surabaya.

Potensi pasar di kawasan itu dinilai besar. Jumlah mahasiswa di sekitar proyek diperkirakan mencapai lebih dari 64 ribu orang. Selain itu, kawasan tersebut juga dekat dengan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang dihuni ratusan perusahaan dan puluhan ribu pekerja.

Kombinasi pendidikan dan industri itulah yang menjadi dasar pengembangan Urbanova. Perusahaan menilai model seperti ini telah terbukti berhasil di berbagai kota dunia seperti One-North Singapura, Dubai Knowledge Park, hingga distrik pendidikan Boston di Amerika Serikat (AS), di mana kawasan pendidikan berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

Baca juga: KAI Properti Buka Lowongan Kerja Petugas Penjaga Pintu Perlintasan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved