Saham-saham Grup Prajogo Pangestu Mengamuk, BREN Dipasang Target Rp3.890
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih bertahan di level Auto Reject Atas (ARA) atau batas maksimal kenaikan harga saham.
Dengan demikian, hal ini bisa menghasilkan arus pendapatan yang stabil layaknya aset infrastruktur.
BREN memperkuat ketahanan laba melalui karakteristik pembangkit baseload, faktor kapasitas yang tinggi dan struktur tarif yang diatur, sehingga mampu menjaga kinerja dalam berbagai kondisi dan siklus ekonomi.
Lebih lanjut Henan Sekuritas menyampaikan, sejauh ini BREN berada di posisi yang diuntungkan dalam transisi energi Indonesia. Mengacu pada peta jalan sepuluh tahun PLN, perseroan berpeluang kuat untuk menangkap peningkatan permintaan listrik melalui platform energi terbarukan yang dapat terus dikembangkan.
Tim riset memperkirakan, pertumbuhan laba BREN akan semakin cepat, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) diproyeksikan bertumbuh pada CAGR mencapai 35,7%.
Pertumbuhan ini didorong ekspansi kapasitas dan leverage operasional yang kuat dari basis pendapatan kontraktual dengan margin tinggi.
Selain itu, model bisnis BREN juga didukung fondasi yang tangguh melalui dukungan Barito Group, baik dari sisi finansial maupun operasional. Dukungan ini tentunya bakal memperkuat ketahanan kinerja Perseroan selama menjalani fase pertumbuhan.
Tim riset Henan Sekuritas menilai, tekanan pada harga saham dalam jangka pendek lebih bersifat teknikal dibandingkan fundamental.
“Kami menilai aksi jual yang dipicu oleh MSCI dan indeks domestik tidak mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan. Sebaliknya, kondisi ini dipandang sebagai peluang yang jarang terjadi untuk memiliki perusahaan energi terbarukan berkualitas tinggi pada valuasi yang lebih menarik," dikutip dalam risetnya, Jumat (29/5/2026).
Dengan demikian, Henan Sekuritas merekomendasikan Buy pada BREN, dengan TP di level Rp3.890.
“Valuasi kami menunjukkan alpha sebesar 36,7% dibandingkan benchmark. BREN merupakan perusahaan holding energi terbarukan Indonesia yang berfokus pada panas bumi, dengan kapasitas 910 MW di Jawa Barat yang merepresentasikan 38% pangsa pasar”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Kembali-Melemah-Pada-Penutupan-Perdagangan_20260202_211427.jpg)