Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG 5 Juni 2026: Bursa Saham Kembali Ambrol 4,2 Persen ke Level 5.594
IHSG atau IDX ditutup merosot tajam sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77.
Langkah kejatuhan ini diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang merosot 6,14 persen ke posisi Rp3.210.
Sementara itu, dua bank raksasa lainnya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpangkas 3,27 persen menjadi Rp3.840 dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 2,49 persen ke level Rp2,740 per lembar saham.
Tidak hanya sektor perbankan, saham sektor energi dan petrokimia juga ikut tergilas.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami penyusutan sebesar 5,09 persen ke level Rp1.305, sedangkan saham komoditas seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpuruk lebih dalam dengan penurunan mencapai 7,33 persen ke posisi Rp139 per lembar saham.
Indeks Likuid dan Syariah Ikut Terpuruk
Rontoknya saham-saham papan atas secara otomatis menyeret indeks sektoral dan indeks acuan lainnya ke zona merah yang cukup dalam. Indeks LQ45 yang menjadi acuan bagi 45 saham paling likuid di bursa Indonesia mencatatkan penurunan performa yang sejalan dengan indeks komposit.
Grafik harian menunjukkan indeks LQ45 terus merosot dari posisi awal di atas level 580 hingga akhirnya jatuh ke level 557,75 pada saat perdagangan resmi ditutup.
Penurunan tajam ini sekaligus menegaskan bahwa saham-saham paling aktif di bursa pun tidak luput dari tekanan jual ekstrem.
Baca juga: Tabungan Pensiun dan Bursa Saham yang Sedang Jatuh
Kondisi yang tidak jauh berbeda juga menimpa pasar saham syariah di tanah air.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) harus rela kehilangan poin berharga setelah ditutup melemah signifikan ke level 194,55.
Secara keseluruhan, ambrolnya berbagai indeks acuan ini memperlihatkan sentimen negatif yang merata di seluruh lini pasar modal sepanjang hari ini.
Meskipun aktivitas perdagangan terbilang sangat ramai dengan volume transaksi yang mencapai 37,27 miliar saham serta nilai transaksi menyentuh angka Rp31,35 triliun.
Tingginya angka tersebut justru didominasi oleh transaksi penjualan. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang namun waspada dalam mencermati arah pergerakan pasar selanjutnya pada pekan depan, sembari memperhatikan sentimen ekonomi global maupun domestik yang berkembang dalam beberapa hari ke depan.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/indeks-harga-saham-gabungan-ihsg-bursa-efek-indonesia-bei.jpg)