Breaking News:

Virus Corona

Soal Karantina Wilayah di Jabar, Ridwan Kamil: Nutup RT/RW Boleh, Maksimal Sampai Kecamatan

Jika penutupan wilayah atau karantina wilayah tersebut hanya sebatas lingkup RT/RW atau kelurahan, menurutnya hal itu masih boleh dilakukan.

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (16/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Kang Emil), menyatakan dirinya tak akan mengizinkan Kota atau Kabupaten di wilayah administrasinya melakukan karantina wilayah.

Emil menegaskan, penutupan wilayah atau karantina wilayah sampai level kota/kabupaten serta provinsi harus seizin Presiden.

Namun demikian, jika penutupan wilayah atau karantina wilayah tersebut hanya sebatas lingkup RT/RW atau kelurahan, menurutnya hal itu masih boleh dilakukan.

"Yang izinkan oleh Presiden itu adalah karantina wilayah skala parsial, jadi nutup RT boleh, nutup RW boleh, nutup kelurahan boleh, maksimal sampai kecamatan," kata Emil.

"Tapi kalau karantina wilayahnya itu menutup sampai level kota kabupaten atau provinsi, itu tidak diizinkan kecuali oleh Presiden," lanjut Emil saat berbicara di Indonesia Lawyers Club, Selasa (31/3/2020).

Baca: Jokowi Gratiskan Tarif Listrik 450 VA 3 Bulan, PLN: Kami Siap Melaksanakan Kebijakan Pemerintah

Baca: Gaji Ridwan Kamil dan PNS Pemprov Jabar Dipotong 4 Bulan, Dihitung secara Adil dan Proporsional

Baca: Update Pasien Positif Corona di Indonesia Capai 1.528 Kasus, Hanya 2 Provinsi yang Nol Kasus

Emil mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Kabupaten dan Kota yang ada di Jabar dan menegaskan tak akan memberi izin jika melakukan penutupan sampai level Kabupaten/Kota.

"Kami tidak memberi izin penutupan wilayah skala kota kecuali sampai level kecamatan," sambungnya.

Di Provinsi Jawa Barat, dikatakan Emil, karantina parsial sampai level kecamatan akan dilakukan di sebuah kecamatan di Kabupaten Sukabumi mulai 1 April 2020.

Hal itu dilakukan menyusul banyak temuan hasil positif dari rapid test Covid-19 yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Dalam mengambil langkah karantina parsial tersebut, Emil juga menegaskan perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Halaman
12
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved