Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona Mudah Jangkiti Warga yang Terpapar Polusi Udara? Guru Besar UI Beri Penjelasan

Prof Budi pun menyebut, “artinya, Covid-19 sangat mampu memperparah dampak kesehatan akibat perubahan iklim."

Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polusi udara diyakini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Diketahui, angka kematian di DKI Jakarta akibat Covid-19 adalah yang tertinggi di Indonesia.

Baca: Cerita Wanita Nekat Mudik Jalan Kaki Menuju Pati: Jalan Belasan Kilometer, Pingsan di Minimarket

Berdasarkan data per 30 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 4.138 kasus.

Dari data tersebut, kasus kematian sebanyak 381 kasus, meski yang sembuh lebih banyak, yakni sebesar 412 kasus.

Terkait penyebab kematian akibat polusi udara, baru-baru ini Universitas Harvard memastikan orang yang sudah lama terpapar polusi udara menjadi kelompok yang paling rentan terkena Covid-19.

Penelitian tersebut mendapati adanya kaitan antara peningkatan 1 μg/m3 PM2.5 dengan kualitas udara saat ini, dapat berdampak pada 15% tingkat kematian akibat Covid-19.

Guru Besar Universitas Indonesia dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Budi Haryanto, menjelaskan gangguan kesehatan atau penyakit akibat pencemaran udara dapat menyebabkan kondisi akut seperti ISPA, asma, dan juga kronis.

Untuk polusi udara yang menyebabkan kondisi kronis, kata Prof Budi, umumnya berasal dari emisi BBM kendaraan bermotor, industri, dan juga kebakaran hutan.

Hal itu dinyatakannya dalam media briefing virtual “Pandemi Korona dan Polusi Udara, Bagaimana Keterkaitannya?” yang digelar oleh Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibukota), Kamis (30/4/2020).

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved