Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

UPDATE Corona di Indonesia 13 Mei: Tambah 689 Pasien, Total 15.438 Kasus Positif, 3.287 Sembuh

Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 per Rabu (13/5/2020), yang disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia yang tercatat pada Rabu (13/5/2020) pukul 12.00 WIB terus bertambah.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi persnya, melalui siaran YouTube Kompas TV.

Yuri, sapaannya mengatakan terdapat 689 kasus baru dari sebelumnya 14.749 kasus.

"Penambahan konfirmasi kasus positif 689 orang, total kasus menjadi 15.438," ujar Yuri, di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (13/5/2020) pukul 15.30 WIB.

Kabar baiknya, ada sejumlah 224 pasien yang berhasil sembuh.

Artinya jumlah pasien sembuh totalnya menjadi 3.287, dari pasien sebelumnya sebanyak 3.063 pasien.

Update Kasus Corona 4 Mei, Achmad Yurianto: Pasien Sembuh yang Paling Banyak Ada di Jakarta
Update Kasus Corona 4 Mei, Achmad Yurianto: Pasien Sembuh yang Paling Banyak Ada di Jakarta (Dok.)

Baca: Peneliti AS: Tekan Respons Kekebalan Tubuh Awal Dapat Bantu Perangi Covid-19

Sementara, kasus kematian masih terus meningkat.

Kini, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona bertambah 21 kasus.

Sehingga total kasus kematian menjadi 1.028 kasus dari sebelumnya 1.007 kasus.

Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak.

Disusul dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Banten

Sementara itu, dalam setiap konferensi persnya, Yuri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung untuk mengedukasi agar tetap diam di rumah.

"Terima kasih atas upaya masyarakat agar patuh bukan untuk dirinya tetapi untuk bersama."

"Kita sama-sama membutuhkan kerja sama, untuk bersatu dan bersinergi agar covid-19 bisa diselesaikan bersama," ungkap Yuri.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan kegiatan dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19 di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test Covid-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Herudin
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19 di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test Covid-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). (Tribunnews/Herudin)

Baca: Peneliti Jerman Ungkap Alasan Covid-19 Mudah Menular: Virus Bertumbuh Cepat di Tenggorokan

Pencegahan virus corona menurut WHO

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan