Breaking News:

Virus Corona

Ungkap Vaksin Corona Tak Bisa 100 Persen Efektif, Pakar Tetap Peringatkan Jaga Jarak & Pakai Masker

Pakar penyakit menular dari AS Dr Anthony Fauci memperingatkan adanya kemungkinan vaksin virus corona yang ditemukan tidak bisa 100 efektif.

Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Vaksin virus corona yang disetujui, disebut tidak akan berfungsi secara efektif hingga 100 persen.

Hal itu disampaikan oleh pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci.

Menurutnya, keefektiftan vaksin untuk menangani virus corona hanya sekitar 50 hingga 60 persen saja.

Bahkan, untuk menjadi efektif hingga 98 persen, Fauci menilai peluangnya tidak besar, Sky News melaporkan.

"Kemungkinan vaksin Covid-19 hampir 100 persen efektif "tidak besar", kata Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular AS.

Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah.
Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah. (wikipedia)

Baca: Lebih dari 100 Orang Amerika Meninggal karena Salah Konsumsi Hidroksiklorokuin

"Kami belum tahu apa kemanjurannya. Kami tidak tahu apakah itu akan menjadi 50 persen atau 60 persen. Saya ingin menjadi 75 persen atau lebih," katanya dalam webinar di Universitas Brown, Jumat (7/8/2020) lalu.

Oleh karena itu, Fauci memperingatkan agar pendekatan kesehatan masyarakat tidak boleh ditinggalkan.

Sebab, hampir tidak mungkin untuk mengembangkan vaksin yang efektif setinggi 98 persen.

Artinya, orang-orang Amerika harus menjaga jarak sosial dan mengenakan masker di ruang tertutup.

Ia menilai, hal itu lebih mudah dan efektif untuk menghentikan penyebaran virus.

Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19.
Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19. (MARK FELIX / AFP)

Baca: Enam Negara Ini Sudah Masuk ke Jurang Resesi: Mulai Amerika Serikat, Korsel, hingga Singapura

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved