Virus Corona
Puncak Varian Omicron Bisa 300 Ribu Sehari, Kasus Covid-19 di Tangerang-Bekasi Lampaui Puncak Delta
Kasus penularan Covid-19 varian Omicron terus melonjak. Di beberapa daerah, jumlah penularannya bahkan sudah melampaui puncak kasus varian delta.
Editor:
Anita K Wardhani
Kemenkes mendata terdapat peningkatan jumlah pasien yang di rawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.
Namun, keterisian rumah sakit saat ini tergolong aman atau masih di bawah varian delta.
"Grafik di bawahnya, hospitalisasi masih 30 persenan dari puncak Delta. Masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi kenaikan kasus yang pasti akan tinggi dalam 2-3 minggu ke depan," kata Budi.
Budi juga mengimbau bagi pasien aktif Covid-19 yang tidak bergejala dapat menjalani isolasi di rumah.
Tujuannya, agar rumah sakit dapat melakukan perawatan bagi pasien yang bergejala parah.

"Agar rumah sakit bisa digunakan oleh yang benar-benar membutuhkan. Ini beberapa data yang menunjukkan sebenarnya keterisian rumah sakit kita, kalau sesuai aturan Kemenkes, bisa berkurang 60-70 persen," ucap Budi.
Sebelumnya sejumlah pihak di antaranya pada epidemiolog juga memprediksi bakal terjadi gelombang ketiga Covid-19 pada bulan Februari ini.
Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memprediksi puncak kasus Omicron bakal lebih tinggi
dibandingkan varian Delta.
Ia bahkan menyebut kasus positif Covid-19 akibat varian Omicron ini di Indonesia bisa mencapai angka 300 sampai 500 ribu pada saat puncak gelombang ketiga.
"Jadi kalau misalnya Delta ketemu sampai 50 ribu, ini bisa sampai 2 atau 3 kalinya pada periode puncaknya. Itu bukan berarti kasusnya cuma segitu, enggak. Kita itu bisa sampai 300 sampai 500 ribu pada saat puncak," kata Dicky melalui
pesan singkatnya, Minggu (6/2/2022).
Kalaupun nantinya angka positif Covid-19 tidak mencapai ratusan pada puncak gelombang ketiga, Dicky meyakini ada keterbatasan testing dan tracing yang dilakukan oleh pemerintah.
Sebab, tren pada varian Omicron ini menginfeksi banyak orang.
"Tren dari gelombang Omicron ini pertama, bahwa dia akan menginfeksi banyak orang, empat kali bahkan lebih banyak dari Delta. Ini mau yang resminya maupun tidak resminya, maksudnya yang ketemu oleh tes pemerintah dengan kemampuannya," ungkap Dicky.
Meskipun angka kasusnya diprediksi bakal lebih tinggi dari Delta, Dicky memprediksi masa periode varian Omicron tidak akan berlangsung lama. Hanya saja, sambungnya, bakal ada perbedaan tren puncak kasus di setiap daerah.

"Omicron ini cenderung wilayah-wilayah bisa memiliki budaya yang berbeda. Bahkan di beberapa negara, kota
atau provinsi berdekatan bisa berbeda puncaknya ada selisih satu minggu," katanya.
Dicky meminta pemerintah agar lebih bisa mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 ini. Meskipun varian Omicron tidak terlalu fatal, tapi bisa menyebabkan keruntuhan (collapse) pada seluruh aspek pelayanan publik, termasuk rumah sakit.
"Karena para pekerja publiknya harus isoman, termasuk di rumah sakit, nah ini yang harus
diantisipasi," ujarnya.(tribun network/rin/git/dod)