Virus Corona
Covid-19 Merebak di Luar Negeri, Praktisi Kesehatan Imbau Masyarakat Jangan Panik
Praktisi kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia dr Ngabila Salama tanggapi kasus Covid-19 yang belakangan meningkat tajam di beberapa negara.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pemerhati sekaligus praktisi kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, dr Ngabila Salama tanggapi kasus Covid-19 yang belakangan meningkat tajam di beberapa negara.
Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara Asia, Ini Imbauan Kemenkes
Seperti yang diketahui, beberapa negara di Asia seperti Singapura, Thailand dan Hongkong, saat ini tengah mengalami tren kenaikan kasus.
Terkait kenaikan kasus Covid-19 ini, Ngabila Salama mengingatkan masyarakat untuk tidak panik.
Menurutnya potensi kenaikan kasus selalu ada. Terutama di tengah musim pancaroba ini.
Baca juga: Gelombang Covid-19 Kembali Landa Asia, Kasus Meningkat di Hong Kong dan Singapura
"Enam bulan sekali akan selalu ada potensi lonjakan Covid-19. Kenapa? (karena) Pancaroba atau peralihan musim. Saat ini peralihan dari musim kemarau ke hujan," ungkap Ngabila pada Tribunnews, Kamis (22/5/2025).
Saat musim pancaroba, imunitas manusia turun karena kelelahan. Kondisi ini diperparah Karena kurang tidur, jarang berolahraga, stres dan lainnya.
Selain itu di saat musim pancaroba, kelembaban udara tinggi.
Sehingga semua mikroba termasuk virus Covid-19 akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh manusia.
*Cegah sakit dengan pola hidup bersih dan sehat setiap hari*
Lebih lanjut Ngabila pun bagikan beberapa tips cegah sakit karena Covid-19.
Pertama, menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
Cara menjaga kebersihan diri bisa dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik.
Memakai masker dan menjaga jarak di keramaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-penaanganan-Covid-19.jpg)