Selasa, 14 April 2026
DPD RI
Gedung Nusantara
Gedung Nusantara

Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Kunci Stabilitas dan Diplomasi di Indo-Pasifik

Lalu Niqman menilai kerja sama ini penting untuk stabilitas Papua, alih teknologi pertahanan, dan penguatan diplomasi maritim Indonesia

Editor: Content Writer
Istimewa
Lalu Niqman Zahir, Pendiri dan Peneliti Senior NAISD sekaligus alumni PPRA-58 Lemhannas. Hubungan strategis Indonesia–Prancis kian menguat di kawasan Indo-Pasifik. 

TRIBUNNEWS.COM – Hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis semakin menunjukkan penguatan signifikan di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik. Prancis, sebagai satu-satunya negara Uni Eropa yang memiliki wilayah di Pasifik Selatan, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan.

Sementara itu, Indonesia dengan posisi strategisnya sebagai poros maritim dunia, memandang kerja sama ini sebagai peluang untuk memperkuat kedaulatan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keutuhan wilayah Papua.

Menurut Lalu Niqman Zahir, Pendiri dan Peneliti Senior NAISD sekaligus alumni PPRA-58 Lemhannas, kemitraan strategis Indonesia–Prancis memberikan manfaat dua arah: bagi kepentingan nasional Indonesia dan kepentingan geopolitik Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Kawasan Indo-Pasifik kini menjadi pusat gravitasi geopolitik dunia. Indonesia sebagai kekuatan utama Asia Tenggara dan Prancis sebagai kekuatan global dengan wilayah seberang laut di Pasifik—seperti Kaledonia Baru, Polinesia Prancis, dan Wallis & Futuna—memiliki kepentingan strategis yang saling melengkapi.

Kedua negara telah meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis yang mencakup sektor pertahanan, energi terbarukan, ekonomi hijau, dan diplomasi Indo-Pasifik.

Di sisi lain, isu Papua masih menjadi perhatian penting bagi Indonesia, terutama karena kerap disorot negara-negara di Pasifik Selatan. Dalam konteks ini, Prancis berperan sebagai mitra diplomatik yang dapat membantu menyeimbangkan narasi global mengenai Papua sekaligus memperkuat legitimasi pembangunan yang ditempuh pemerintah Indonesia. 

Kepentingan Strategis bagi Indonesia

Lalu Niqman menilai, ada lima kepentingan utama Indonesia dalam menjalin kemitraan dengan Prancis:

  1. Menjaga keutuhan dan stabilitas Papua, dengan dukungan politik dan diplomatik dari Prancis.
  2. Dukungan di forum global, terutama karena Prancis merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
  3. Alih teknologi pertahanan, lewat kerja sama pengadaan Rafale dan kapal selam Scorpène.
  4. Pembangunan inklusif di Papua, terutama di bidang energi bersih, pendidikan, dan kesehatan.
  5. Diversifikasi investasi dan diplomasi Eropa, untuk memperluas kerja sama ekonomi hijau dan transisi energi.

Bagi Prancis, kemitraan ini menjadi bagian dari strategi memperluas pengaruh di Indo-Pasifik. Prancis memandang Indonesia sebagai mitra ideal dalam memperkuat stabilitas kawasan dan akses ekonomi di Asia Tenggara.

“Prancis memperoleh keuntungan diplomatik, ekonomi, dan strategis melalui kerja sama ini. Termasuk dalam memperkuat konsep European Strategic Autonomy dan menyeimbangkan rivalitas Amerika Serikat–China,” tulis Lalu Niqman.

Selain itu, kerja sama budaya dan pendidikan turut menjadi sarana soft power Prancis untuk memperluas jejaring di Asia Tenggara.

Lalu Niqman menekankan, Papua memiliki arti strategis bukan hanya bagi keutuhan Indonesia, tetapi juga bagi stabilitas Pasifik Selatan.

Kerja sama maritim, keamanan perbatasan, dan pengelolaan sumber daya laut dengan Prancis dapat membuka sinergi yang memperkuat stabilitas regional.

Kemitraan ini juga memperkuat posisi Indonesia di forum seperti Pacific Islands Forum (PIF) dan Melanesian Spearhead Group (MSG), sekaligus memperluas ruang diplomasi Prancis di Asia.

Baca juga: DPD RI Rayakan HUT ke-21 dengan Kegiatan Sosial di Kepulauan Seribu

Implikasi Kebijakan: Papua dan Indo-Pasifik dalam Satu Napas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved