Jumat, 15 Mei 2026
DPD RI
Gedung Nusantara
Gedung Nusantara

Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Kunci Stabilitas dan Diplomasi di Indo-Pasifik

Lalu Niqman menilai kerja sama ini penting untuk stabilitas Papua, alih teknologi pertahanan, dan penguatan diplomasi maritim Indonesia

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
Lalu Niqman Zahir, Pendiri dan Peneliti Senior NAISD sekaligus alumni PPRA-58 Lemhannas. Hubungan strategis Indonesia–Prancis kian menguat di kawasan Indo-Pasifik. 

Dalam pandangan Lalu Niqman, terdapat tujuh implikasi kebijakan penting dari kemitraan strategis Indonesia–Prancis, antara lain:

  1. Integrasi Papua dalam agenda Indo-Pasifik, dengan pembangunan infrastruktur, investasi hijau, dan riset kelautan.
  2. Kerja sama pembangunan berbasis human security, agar isu Papua diposisikan sebagai isu kesejahteraan, bukan politik.
  3. Penguatan keamanan maritim, termasuk latihan gabungan TNI AL dan Angkatan Laut Prancis di kawasan timur Indonesia.
  4. Diplomasi publik dan budaya, untuk membangun persepsi positif tentang Papua di dunia internasional.
  5. Koordinasi strategis melalui Prancis sebagai pintu ke Uni Eropa, membuka akses pada investasi dan pendanaan hijau.
  6. Peningkatan kapasitas diplomasi dan keamanan, melalui pelatihan dan jejaring pakar Indo-Pasifik.
  7. Sinergi diplomasi ekonomi dan pertahanan, agar kerja sama militer juga mendorong pertumbuhan industri strategis nasional.

Catatan Akhir: Tak Ada “Makan Siang Gratis”

Lalu Niqman mengingatkan bahwa meski kemitraan ini membuka banyak peluang, posisi tawar Prancis tetap lebih tinggi.

“Pertanyaannya, apa yang sudah ditawarkan Indonesia untuk mewujudkan kemitraan strategis tersebut? Karena di dunia, tidak ada ‘makan siang gratis’ kecuali MBG,” tutupnya.

Baca juga: Komisi I DPR Ingatkan Pemerintah, Perang Melawan Judi Online Harus Diimbangi Edukasi Publik

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved