DPR RI

DPR Minta Kerjasama Pemerintah Siapkan aturan Energi Baru Terbarukan (EBT)

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan sumber energi rendah karbon bisa didapatkan dari air, panas bumi, angin, surya, gelombang, hingga biomassa

DPR Minta Kerjasama Pemerintah Siapkan aturan Energi Baru Terbarukan (EBT)
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Geothermal: Seorang warga melintasi energi panas bumi di komplek Gedung Songo, Bandungan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Minggu (21/9/2014). Kawasan wisata Gedung Songo menyimpan energi panas bumi (geothermal) yang ramah lingkungan. Energi tersebut dapat menghasilkan listrik yang dapat di manfaatkan ke seluruh wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Paris Agreement menyepakati peran setiap negara menahan laju kenaikan suhu bumi melalui pengurangan emisi karbon dengan menggulirkan tren konsumsi energi yang rendah karbon.

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam sambutan di acara Senior Officials Meeting, mengatakan sumber energi rendah karbon bisa didapatkan dari air, panas bumi, angin, surya, gelombang, hingga biomassa (panas bumi).

Karena itu DPR meminta kerjasama pemerintah menyiapkan aturan mengenai energi baru terbarukan (EBT).

"Kita harus mempersiapkan regulasi yang tepat disertai inovasi teknologi untuk dapat membuka potensi energi terbarukan yang ada di Indonesia," ujar Agus Hermanto, di Nusantara III gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Agus memaparkan panas bumi merupakan salah satu energi terbarukan yang potensinya sangat besar di Indonesia.

Namun Agus mengakui pemerintah belum bisa menggunakan secara besar-besaran, karena konsumsinya hanya 5 persen dari total ketersediaan yang ada.

"Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia belum maksimal," ungkap Agus Hermanto.

Agus memaparkan pihak DPR sangat mendorong semua langkah yang dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Melalui pertemuan dengan pemerintah diharapkan bisa menghasilkan langkah konkrit untuk pengembangan panas bumi.

"Kami berharap agar langkah positif ini dapat didukung semua pihak sehingga kita dapat menghadapi tantangan yang ada secara bersama," papar Agus Hermanto.

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved