Selasa, 14 April 2026

Pemerintahan Prabowo Gibran

Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Capaian Sektor Pertanian dan Energi Migas

Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bakal genap berusia satu tahun. Berikut capaian di bidang pertanian dan energi.

Istimewa
PANEN BERSAMA PETANI - Presiden Prabowo Subianto dalam panen raya nasional di Desa Randegan Wetan, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Berikut capaian di bidang pertanian dan energi jelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia diyakini tidak akan impor beras hinnga akhir tahun
  • Menteri ESDM menyebut adanya peningkatan lifting minyak nasional
  • Istana menyebut masih banyak yang perlu diperbaiki jelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan genap berusia satu tahun setelah dilantik pada 20 Oktober 2024.

Dari sektor pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Oktober 2025 mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional mencapai angka 124,36 atau naik 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya.

NTP merupakan salah satu indikator untuk menilai kesejahteraan petani di suatu daerah.

Dikutip dari laman BPS, NTP menjadi indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. 

NTP memiliki tiga kategori umum, yaitu

1. NTP > 100

Petani mendapatkan keuntungan perdagangan, yaitu ketika harga yang mereka terima naik lebih cepat daripada harga yang harus mereka bayar, atau ketika penurunan harga yang diterima lebih lambat dibanding harga yang dibayar.

2. NTP = 100

Kondisi perdagangan petani stabil, dimana perubahan harga yang diterima sebanding dengan perubahan harga yang dibayar dibandingkan dengan tahun dasar.

3. NTP < 100>

Petani mengalami kerugian perdagangan, saat harga yang dibayar meningkat lebih cepat dibanding harga yang diterima, atau saat harga yang dibayar menurun lebih lambat dari harga yang diterima.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah menjelaskan kenaikan NTP terutama dipengaruhi oleh sejumlah komoditas unggulan.

“Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,71 persen lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,08 persen."

"Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah kopi, kelapa sawit, cabai merah, dan karet,” ujar Habibullah, Rabu (1/10/2025), dikutip dari pertanian.go.id.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved