Pemerintahan Prabowo Gibran
Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Capaian Sektor Pertanian dan Energi Migas
Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bakal genap berusia satu tahun. Berikut capaian di bidang pertanian dan energi.
Menurutnya, subsektor dengan kenaikan tertinggi adalah Tanaman Perkebunan Rakyat yang mencatat peningkatan NTP sebesar 1,57 persen.
Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan adalah kopi, kelapa sawit, karet, dan cengkeh.
BPS juga mencatat adanya peningkatan subsektor Peternakan sebesar 1,51 persen.
Sementara produksi beras nasional Januari–November 2025 diproyeksikan menembus 33,19 juta ton, meningkat 12,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Dengan produksi yang menembus 33 juta ton, beras kini menjadi penopang daya beli rakyat dan bukan lagi pemicu inflasi,” tambahnya.
Baca juga: Kementan: Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Bea Masuk Turun 5,1 Persen
Selain itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meyakini Indonesia bisa mencapai swasembada beras lebih cepat dari target semula.
Bahkan menurutnya Indonesia tidak perlu lagi impor beras pada tahun ini.
“Awalnya target swasembada empat tahun, lalu dipercepat menjadi tiga tahun. Tapi melihat perkembangan sekarang, besar kemungkinan tahun ini kita tidak perlu lagi impor beras,” ujar Amran di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Juni 2025.
Amran mengatakan optimisme tersebut muncul karena didukung data terbaru mengenai stok beras nasional yang saat itu telah menembus angka lebih dari 4 juta ton. Ini merupakan rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir, bahkan melampaui pencapaian tahun 1984 yang saat itu mencapai 3 juta ton.
Tak hanya itu, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) yang ditargetkan sebesar 110, pada Mei 2025 justru melonjak ke angka 121, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama, yakni 116.
Sektor Energi
Sementara itu pada sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut adanya peningkatan lifting minyak nasional.
Lifting minyak adalah istilah dalam sektor energi yang merujuk pada jumlah minyak mentah yang diambil (diproduksi dan diangkat) dari perut bumi untuk kemudian dipasarkan atau dijual dalam periode tertentu.
Pada 30 Juli 2025, Bahlil menyebut lifting minyak nasional mencapai 608.000 barrel per hari (bph).
Adapun target lifting minyak yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 bph.
Meski bukan akumulatif bulanan, Bahlil menyebut capaian itu sebagai kemajuan penting dalam upaya pemerintah mengejar target produksi migas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pakar-Pangan-menilai-harga-gabah-di-era-Prabowo-beri-keuntungan.jpg)