Idul Adha 2019

Hari Tasyrik Terakhir, Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Berpuasa

Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di dunia dilarang melakukan puasa sunnah dikarenakan masuk hari tasyrik, mengapa? Simak penjelasannya di sini

Hari Tasyrik Terakhir, Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Berpuasa
TribunBatam
Ilustrasi Hari Tasyrik - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di dunia dilarang melakukan puasa sunnah dikarenakan masuk hari tasyrik, mengapa? Simak penjelasannya di sini! 

Disebut tasyrik karena selain tanggal 10 Dzulhijjah, orang-orang Islam menyembelih kurban pada waktu syuruq (setelah matahari terbit).

Allah jadikan hari tasyrik sebagai hari istimewa untuk berzikir.

Baca: Istimewanya Hari Tasyrik Usai Idul Adha, Jangan Puasa, Perbanyak Amal Ibadah dan Doa Sapu Jagad

Baca: Hari Tasyrik Setelah Idul Adha - Ini Bacaan Doa Sapu Jagad & Jangan Lupa Perbanyak Dzikir

Karena itulah, Allah perintahkan umat Islam untuk memperbanyak berdzikir pada hari itu.

Rasulullah saw. bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ. رواه أبو داود

Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban, kemudian hari al-qarr. (HR. Abu Daud)

Sejumlah panitia kurban menguliti domba yang baru disembelih pada Iduladha 1440 H di halaman belakang Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019). Titipan hewan kurban yang disembelih di Masjid Raya Bandung berjumlah 24 ekor, terdiri dari 10 ekor sapi dan 14 ekor domba, satu diantaranya satu ekor sapi limosin sumbangan dari Presiden Jokowi. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Sejumlah panitia kurban menguliti domba yang baru disembelih pada Iduladha 1440 H di halaman belakang Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu (11/8/2019). Titipan hewan kurban yang disembelih di Masjid Raya Bandung berjumlah 24 ekor, terdiri dari 10 ekor sapi dan 14 ekor domba, satu diantaranya satu ekor sapi limosin sumbangan dari Presiden Jokowi. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Ibnu Khuzaimah mengatakan, yang dimaksud yaum al-qarr adalah hari setelah idul kurban.

Adapun mengenai puasa pada hari tasyrik, Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini dalam Kifayat al-Akhyar menjelaskan, menurut pendapat terdahulu (qoul qadim) Imam Syafi’i puasa pada hari tasyrik diperbolehkan bagi orang yang berhaji tamattu’ dan tidak memiliki hewan untuk disembelih.

Baca: Dilarang Puasa di Hari Tasyrik Idul Adha, Ini 5 Amalan yang Bisa Dilakukan, Termasuk Doa Sapu Jagad

Baca: Setelah Hari Raya Idul Adha 2019, Haram Puasa Selama 3 Hari Tasyrik, Lakukan 5 Amalan Lainnya

Ibnu Rajab dalam bukunya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan alasan keharaman berpuasa pada hari tasyriq sebagai berikut:

إنما نهي عن صيام أيام التشريق لانها أعياد للمسلمين مع يوم النحر، فلا تصام بمنى ولا غيرها عند جمهور العلماء خلافا لعطاء في قوله: إن النهي يختص بأهل منى.

Halaman
1234
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: sri juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved