Breaking News:

Ibadah Haji 2020

Andai Arab Saudi Buka Layanan Haji, Pemerintah Tetap Batalkan Pemberangkatan Jemaah, Ini Alasannya

Menteri Agama, Fachrul Razi memastikan kebijakannya yang membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 ini tidak akan berubah, meski Arab buka.

Instagram/ patunabandungutara
Ilustrasi jemaah beribadah di Masjidil Haram. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Agama, Fachrul Razi memastikan kebijakannya yang membatalkan  pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 ini tidak akan berubah.

Keputusan tersebut akan tetap diambil, meski seandainya Pemerintah Arab Saudi membuka layanan ibadah haji.

"Kami dengan tegas mengatakan, enggak mungkin lagi kami bisa menyiapkan jemaah dengan baik,
enggak mungkin kita melakukan upaya-upaya kesehatan dengan baik," ujar Fachrul dalam diskusi
webinar, Selasa (9/6/2020).

Baca: Masuk Tim Gugus Tugas Covid-19, Dokter Reisa Berbagi Trik Pakai Masker, Ganti Setiap 4 Jam

Baca: TUH KJRI Jeddah Tolak Permintaan Layanan Haji Mujamalah dari Indonesia

Fachrul beralasan, persiapan pemberangkatan haji tidak lagi memiliki waktu yang cukup, mengingat,
rencananya jemaah kloter pertama bakal diberangkatkan pada 26 Juni mendatang.

Sementara itu, hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum juga memberikan kepastian mengenai penyelenggaraan haji.

ILUSTRASI Ibadah Haji - Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa.
ILUSTRASI Ibadah Haji - Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

"Tidak mungkin kita bisa mengatur langkah-langkah persiapan dengan baik. Yang terjadi nanti justru kita
tergesa-gesa, justru kita menyiapkan, ikut menyebarkan masalah Covid-19 ini," jelas Fachrul.

Selain itu, Fachrul menjelaskan, jemaah yang berangkat harus menjalani proses karantina untuk
mencegah penyebaran virus corona di tanah suci.

Dibutuhkan waktu setidaknya selama 28 hari untuk mengkarantina jemaah Indonesia. Fachrul meminta pengertian atas pengambilan keputusan ini.

"Mohon pengertian supaya teman-teman semua memahami bahwa ini kita ambil dengan sangat berat
hati," tutur Fachrul.

Baca: Menteri Agama Ungkap Alasan Tidak Koordinasi dengan DPR Soal Pembatalan Haji 2020

Baca: Dampingi Dwi Sasono Masuk Rumah Sakit ketergantungan Obat, Widi Mulia: Minta Doa Ya

Lakukan Sterilisasi Virus Corona, Arab Saudi Kosongkan Mataf Masjidil Haram Mekah
Lakukan Sterilisasi Virus Corona, Arab Saudi Kosongkan Mataf Masjidil Haram Mekah (ABDEL GHANI BASHIR/AFP)

Surati Arab Saudi
Menyusul keputusan tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi akan segera mengirim surat kepada Menteri
Haji dan Umrah Arab, Saudi Mohammad Saleh Benten, melalui Kementerian Luar Negeri.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved