Ibadah Haji 2022

Yang Perlu Diantisipasi Jemaah Haji Selama di Tanah Suci: Pandemi, Suhu Ekstrem, hingga Kelelahan

Kementerian Kesehatan melakukan sejumlah upaya demi mencegah angka kematian maupun angka kesakitan jemaah haji selama beribadah di Tanah Suci. 

Editor: Willem Jonata
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
PELEPASAN JEMAAH HAJI - Pj Gubernur Banten, Al Muktabar didampingi Walikota Tangerang, H Arief R Wismansyah dan Wakil Walikota Tangerang, H Sachrudin serta forkopimda melepas keberangkatan jamaah calon haji kloter pertama Provinsi Banten asal Kota Tangerang di areal Masjid Raya Al Azhom, Sabtu (4/6/2022). Dari kuota 878 orang, sebanyak 393 orang jamaah ini diantar untuk menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede dan selanjutnya diterbangkan ke tanah suci Mekkah, melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 5 Juni dan akan kembali pulang ke tanah air pada 16 Juni mendatang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah dua tahun ibadah haji dilakukan terbatas, tahun ini umat Muslim di seluruh dunia kembali diperbolehkan melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. 

Meski demikian, protokol kesehatan dan sejumlah aturan tetap diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi, mengingat pandemi COVID-19 belum berakhir.

Kementerian Kesehatan telah melakukan sejumlah upaya demi mencegah angka kematian maupun angka kesakitan jemaah haji selama beribadah di Tanah Suci

Kemenkes juga menyampaikan imbauan kepada para jemaah agar dapat terhindar dari kemungkinan terkena risiko penyakit.

Baca juga: Kemenag: Jemaah yang Wafat di Arab Saudi akan Mendapat Badal Haji

“Perlu kita ingatkan pada jemaah, bahwa tahun ini kita dihadapkan pada dua situasi, pertama pandemi belum selesai dan kedua suhu ekstrem panas," ungkap Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, MARS pada keterangan resmi, Senin (6/6/2022).

Untuk itu, menurutnya paling tidak ada tiga langkah pokok yang perlu diantisipasi jemaah.

Pertama, pandemi belum selesai begitu juga penyakit menular lainnya, untuk itu para jemaah haji diminta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kedua, terkait dengan suhu ektrem, para jemaah disarankan untuk menghindari paparan panas di luar gedung. Selalu menggunakan APD seperti topi, sunblock, dan kacamata hitam. 

Sesering mungkin menyemprotkan tubuh dengan cairan yang diberikan. Tidak menggunakan baju hitam atau gelap karena akan menyerap panas.

Ketiga, yang harus diantisipasi adalah hindari kelelahan yang berlebihan. Untuk itu jemaah diminta fokus pada wajib hajinya yaitu pada arofah, muzdalifah dan armina.

“Silahkan melakukan aktivitas ibadah yang lainnya namun disesuaikan, jamaah punya cukup waktu untuk melakukan ibadah-ibadah sunah. Tentunya jangan lupakan hastag kita #jangantungguhaus, itu penting sekali untuk menghindari dehidarasi dan heat stroke.”” kata Budi. 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved