Ibadah Haji 2026
Kenali 6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah dan Mabrur
Agar ibadah ini sah dan diterima, haji memiliki aturan pokok yang disebut rukun haji.
Ringkasan Berita:
- Ibadah haji adalah kewajiban bagi Muslim yang mampu, dilaksanakan di waktu dan tempat tertentu dengan tata cara yang telah ditetapkan dalam syariat.
- Rukun haji terdiri dari enam bagian utama, ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib—yang wajib dilakukan secara berurutan dan tidak bisa digantikan.
- Memahami dan menjalankan seluruh rukun haji dengan benar menjadi kunci agar ibadah sah serta meraih haji yang mabrur.
TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, yaitu mampu secara fisik, finansial, serta keamanan perjalanan.
Haji dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada bulan Syawal, Dzulqaidah, dan puncaknya di bulan Dzulhijjah, khususnya tanggal 8–13 Dzulhijjah.
Karena pelaksanaannya yang tidak sederhana, ibadah ini hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.
Secara istilah, haji adalah perjalanan menuju Ka’bah untuk menjalankan ritual ibadah tertentu sesuai tuntunan syariat Islam.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), haji diartikan sebagai ziarah ke Ka’bah pada bulan Dzulhijjah dengan melakukan amalan seperti ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.
Sementara secara bahasa, kata “haji” berasal dari bahasa Arab al-hajj yang berarti “menyengaja”, yakni menyengaja datang ke Baitullah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Mengutip dari baznas.go.id, kewajiban haji sendiri ditegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 97, bahwa haji wajib bagi orang yang mampu melaksanakannya.
Dalam pelaksanaannya, haji memiliki syarat wajib seperti Islam, baligh, berakal, merdeka, serta mampu secara lahir dan batin.
Karena hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu dalam kalender hijriah, yaitu bulan Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah, maka setiap calon jamaah perlu persiapan matang sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Agar ibadah ini sah dan diterima, haji memiliki aturan pokok yang disebut rukun haji.
Rukun haji adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan secara berurutan dan tidak dapat diganti dengan denda apabila ditinggalkan.
Baca juga: 8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Berikut Etika yang Harus Dipatuhi Jemaah Haji
Dalam mazhab Syafi’iyah, rukun haji terdiri dari enam bagian utama, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib. Keenam rukun inilah yang menjadi fondasi sahnya ibadah haji dan penentu kesempurnaan ibadah seorang Muslim.
6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi
1. Ihram: Gerbang Memasuki Ibadah Haji
Ihram adalah niat memulai ibadah haji yang dilakukan di miqat (batas tempat dan waktu yang telah ditentukan).
Niat ini menjadi tanda resmi seseorang memasuki rangkaian ibadah haji.
Ihram tidak hanya soal niat di dalam hati, tetapi juga disunnahkan untuk dilafalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjidil-haram-kakbak-makkah-2025.jpg)