Kamis, 23 April 2026

Ibadah Haji 2026

Tangis Haru Jemaah Haji Indonesia saat Tiba di Tanah Suci

Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah. Sederet cerita menyentuh diungkapkan para tamu Allahdi Tanah Suci.

Tribunnews.com/tribunnews.com/hasim
RINDU JEMAAH HAJI -  Jemaah haji asal Indramayu Jawa Barat, Sunasih (kanan) saat tiba di Prince Mohammad bin Abdul Aziz Internasional Airport, Rabu (22/4/2026). Sang suami wafat pada 2025, hanya setahun sebelum jadwal keberangkatan mereka. 

Ringkasan Berita:
  • Sederet cerita menyentuh diungkapkan para tamu Allah saat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
  • Para jemaah haji tak bisa menutupi rasa bahagia penuh keharuan saat tiba di Madinah.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH — Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah. Sederet cerita menyentuh diungkapkan para tamu Allah saat menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Mata Irfan, jemaah asal Jakarta Timur, berkaca-kaca saat tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) di Madinah, Arab Saudi. 

Baca juga: Kapan Jemaah Haji Mulai Baca Talbiyah Labbaik Allahumma Labbaik?

Ia tak kuasa menahan air mata karena akhirnya bisa menunaikan ibadah haji sekaligus mendampingi sang ayah.

Momen penuh keharuan itu terjadi saat Irfan diwawancarai oleh Media Center Haji. 

HAJI KLOTER PERTAMA - Sebanyak 393 jemaah haji Indonesia dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) menjadi rombongan kloter pertama mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025) pukul 07.15 waktu setempat. Kloter perdana ini juga menjadi yang pertama memanfaatkan skema fasilitas Fast Track (jalur cepat) atau Makkah Route Bandara Madinah, yang mempercepat proses keimigrasian langsung dari tanah air.
HAJI KLOTER PERTAMA - Sebanyak 393 jemaah haji Indonesia dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) menjadi rombongan kloter pertama mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025) pukul 07.15 waktu setempat. Kloter perdana ini juga menjadi yang pertama memanfaatkan skema fasilitas Fast Track (jalur cepat) atau Makkah Route Bandara Madinah, yang mempercepat proses keimigrasian langsung dari tanah air. (Tribunnews.com/Handout)

Ia mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan luar biasa dari Allah untuk berhaji tahun ini, terlebih dapat menemani ayahnya, Ali Durriyat, yang telah lama menantikan panggilan ke Tanah Suci.

Irfan menuturkan, kesempatan ini tidak pernah ia duga sebelumnya. 

Ia bahkan mendaftar haji tanpa memberi tahu sang ayah, karena khawatir menambah beban pikiran orang tuanya. Sementara itu, Ali Durriyat telah menunggu selama 13 tahun sejak mendaftar haji.

“Alhamdulillah, saya bisa mendampingi bapak. Ini rezeki yang luar biasa,” ujar Irfan dengan mata berkaca-kaca.

Tahun ini, Irfan akhirnya dipanggil sebagai pendamping bagi ayahnya untuk menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. 

Kebersamaan mereka menjadi momen yang sangat berarti setelah penantian panjang keluarga tersebut.

Kini, Irfan bersama sang ayah dan total 391 jemaah Kloter JKG 01 telah tiba di Madinah. Mereka akan menjalani rangkaian ibadah, termasuk berziarah ke Masjid Nabawi dan makam Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan puncak ibadah haji.

Tuntaskan Rindu dengan Doa 

Kisah haru serupa dialami seorang jemaah asal Indramayu, Sunasih. 

Perjalanan hajinya tahun ini bukan sekadar memenuhi panggilan ibadah, tetapi juga menjadi ruang rindu yang tak lagi bisa dituntaskan bersama sang suami.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved