Haji 2026
Jadi 'Nyawa' Jemaah Haji dan Ada Pengecekan Acak, Kartu Nusuk Wajib Dibawa ke Mana pun
Jemaah haji diimbau agar selalu membawa atau memakai kartu nusuk setiap kali bepergian karena menjadi 'nyawa' kedua jemaah haji.
TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji diimbau agar selalu membawa atau memakai kartu nusuk setiap kali bepergian ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Kartu Nusuk merupakan dokumen identitas digital resmi atau smart card yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Kartu ini wajib dimiliki lantaran memuat data jemaah, mempermudah identifikasi, serta mencegah jemaah ilegal.
Tanpa kartu nusuk, jemaah haji tidak dapat mengakses layanan haji serta memasuki Makkah dan tempat suci (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
"Boleh dikata, Kartu Nusuk nyawa kedua setelah paspor dan nusuk. Jadi seluruh jemaah harus memiliki kartu nusuk," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal.
Dokumen ini wajib melekat pada jemaah seiring kebijakan otoritas Arab Saudi yang memperketat sistem keamanan pada musim haji 2026.
Oleh karena itu, Ihsan mengingatkan agar jemaah haji selalu membawa kartu nusuk ke mana pun mereka pergi, terutama ketika beraktivitas di luar hotel.
Pasalnya, Kartu Nusuk menjadi syarat utama untuk masuk ke beberapa tempat, termasuk di Masjidil Haram dan di Masjid Nabawi.
"Bahkan mau masuk ke Raudhah dan sebagainya, sekarang harus memakai kartu nusuk," ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Percepat Distribusi Kartu Nusuk, Dibagikan Sebelum Keberangkatan Jemaah
Bahkan dari pantauan Tribunnews.com pada Kamis (23/4/2026) kemarin, sejumlah petugas keamanan melakukan pemeriksaan acak (random checking) terhadap para jemaah yang berada di Masjidil Haram.
Bukan hanya di Masjidil Haram, pengecekan acak juga dilakukan di Masjid Nabawi.
Petugas keamanan menanyakan kepemilikan Kartu Nusuk maupun visa haji yang sah untuk memastikan legalitas keberadaan jemaah di area ibadah.
Dibagikan Sejak di Embarkasi
Nah, tahun ini, pembagian kartu nusuk telah dilakukan sejak jemaah haji berada di Indonesia.
Mereka akan menerima kartu nusuk yang didistribusikan oleh dua syarikah yaitu Syarikah Dhiyuful Bait dan Mashariq saat masuk ke asrama haji.
Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kartu nusuk dibagikan saat jemaah haji sampai di Tanah Suci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jemaah-haji-kloter-pertama-Embarkasi-Banten-berangkat-di-Bandara-Soekarno-Hatta.jpg)