Haji 2026
Pelayan di Tanah Suci: di Balik Ketenangan Ibadah Jemaah Haji
Pelayanan petugas haji atau PPIH di Tanah Suci menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana nilai manfaat dana haji diterjemahkan di lapangan.
"Ibadahnya ya lewat melayani jamaah," ujarnya.
Baca juga: Ikhtiar Keluarga di Balik Langkah Haji Orang Tua
Sebagai anggota PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji), hari-hari Nunung dimulai sebelum fajar benar-benar pecah.
Pukul tiga dini hari, lorong hotel yang tadinya senyap perlahan hidup.
Suara roda koper beradu dengan lantai, disusul langkah cepat petugas yang menenteng handy talky dan map tipis berisi nama-nama jamaah.
Kadang tepat di jam itu, bus besar merapat di depan hotel. Pintunya terbuka, membawa wajah-wajah lelah yang baru saja menempuh penerbangan panjang.
Di tengah kesibukan itu Nunung berdiri. Ia menyambut satu per satu jamaah yang turun.
Ia harus memastikan konsumsi sudah siap dibagikan, sambil sesekali mengarahkan mereka yang kebingungan mencari kamar.
Ketika jamaah bergerak menuju Masjid Nabawi, Nunung dan timnya tetap siaga. Mereka tahu, di tengah keramaian, banyak hal bisa terjadi.
Dan memang terjadi.
Ada jamaah yang terpisah dari rombongan. Ada yang keluar dari pintu yang salah dan tak tahu jalan kembali. Ada pula yang panik karena lupa hotelnya.
"Saya pernah temui ibu-ibu yang benar-benar bingung, hampir panik karena lupa di mana hotelnya," kenangnya.
Beruntung, kini setiap jamaah dibekali identitas dengan barcode.
Petugas dapat memindainya untuk mengetahui asal kloter dan lokasi hotel.
"Setelah diketahui, jamaah itu diantar kembali ke hotel," ujar Nunung.
Situasi seperti itu bukan hal yang jarang terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Petugas-Haji-PPIH-2026.jpg)