Ibadah Haji 2026
Jemaah Banten-Padang Jalani Umrah, Perjalanan dari Hotel Al Hidayah ke Masjidil Haram Hanya 20 Menit
1.146 jemaah haji dari Banten dan Padang selesai umrah wajib di Makkah, menggunakan bus Shalawat dengan pengamanan ketat.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.146 jemaah haji dari Banten dan Padang selesai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, pada 2 Mei 2026.
- Jemaah dari Padang diberangkatkan terlebih dahulu, diikuti oleh jemaah dari Banten, dengan petugas mendampingi mereka selama ibadah.
- Bus Shalawat, yang beroperasi 24 jam, mengantar jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram dalam waktu 20 menit, dengan pengamanan ketat di pos pemeriksaan.
TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 1.146 jemaah haji yang tergabung dalam kloter Banten (JKB) 1 dan JKB 2 serta kloter Padang (PDG) 1 selesai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah (2/5/2026).
Sebelumnya, mereka telah tiba di pemondokan Al Hidayah Towers, wilayah Aziziyah pada Jumat (1/5/2026) malam.
Kepala Sektor 10, Akhor Wiwit S mengatakan, jemaah asal Padang diberangkatkan lebih dahulu, disusul jemaah asal Banten.
"Jemaah Padang sudah lebih dulu menjalani umrah wajib, sedangkan jemaah dari Banten menyusul setelahnya," kata Akhor kepada tim Media Center Haji (MCH).
Menurut Akhor, seluruh petugas haji dari berbagai layanan turut bergerak mendampingi jemaah menuju Masjidil Haram agar proses ibadah berjalan lancar.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah umrah wajib dapat ditunaikan dengan maksimal oleh para jemaah.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Pembayaran Dam Lewat Program Resmi, Imbau Tak Beli Sendiri
Tempuh Waktu 20 Menit
Untuk mendukung mobilitas jemaah ke Masjidil Haram, jemaah haji memanfaatkan layanan bus shalawat yang beroperasi 24 jam secara gratis.
Bus shalawat itu melayani jemaah yang tinggal di Al Hidayah Towers menuju Masjidil Haram. Begitu juga sebaliknya.
Layanan ini memungkinkan jemaah berangkat kapan saja untuk beribadah, baik umrah wajib maupun salat lima waktu.
Berdasarkan pengalaman perjalanan dari hotel di Aziziyah menuju Masjidil Haram hanya membutuhkan waktu 20 menit, termasuk dua kali pemberhentian di pos pemeriksaan (check point).
Bus shalawat melaju dengan kecepatan rata-rata di bawah 50 km/jam melalui jalur utama menuju arah Taif dan Arafah.
Meski arus lalu lintas relatif lancar, pemeriksaan tetap dilakukan sebagai bagian dari pengamanan musim haji.
Pada check point pertama, bus hanya berhenti singkat tanpa pemeriksaan.
Sementara di check point kedua, petugas keamanan naik ke dalam bus untuk memeriksa kartu nusuk jemaah haji sebelum perjalanan dilanjutkan.
Baca juga: Tarif Sewa Golf Car hingga Jasa Dorong Kursi Roda di Dalam Masjidil Haram
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman mengatakan, pihaknya sejak awal telah memperhitungkan waktu tempuh agar jemaah dapat tiba dengan cepat namun tetap nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jemaah-Banten-Padang-Jalani-Umrah-Perjalanan-dari-Hotel-Al-Hidayah-ke-Masjidil-Haram-Hanya-20-Menit.jpg)