Selasa, 5 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Jemaah Haji Bisa Kirim Oleh-oleh dari Tanah Suci, Ini Tarif dan Skema Layanan Kargo PosIND

Oleh-oleh haji menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah ini. Oleh karena itu, jemaah bisa mengirimnya melalui kargo PosIND.

Tayang:
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
OLEH-OLEH JEMAAH HAJI - Jemaah melakukan pengiriman oleh-oleh menggunakan layanan Kargo Haji Pos Indonesia, Senin (27/4/2026) malam. (MEDIA CENTER HAJI) 
Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji kini dapat mengirim oleh-oleh dari Tanah Suci ke Indonesia melalui layanan Kargo PosIND dengan tarif mulai 23 riyal per kilogram dan estimasi pengiriman 7–14 hari.
  • Pengiriman dilakukan melalui prosedur resmi mulai dari pengemasan, pengisian data, pemilihan layanan, hingga pelacakan resi secara online.
  • Terdapat aturan ketat terkait barang kiriman, di mana barang berbahaya dan tertentu dilarang, sementara kurma, pakaian, dan perlengkapan ibadah diperbolehkan.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang telah memenuhi syarat, baik dari segi kemampuan finansial, kesehatan, maupun kesiapan mental. 

Ibadah ini hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu dalam kalender Hijriah dan bertempat di kawasan suci umat Islam, yaitu di Makkah dan rangkaian wilayah ibadah di sekitarnya. 

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk menunaikan ibadah ini sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Pada musim haji 1447 H/2026 M, keberangkatan jemaah Indonesia Gelombang 1 berlangsung dari Tanah Air menuju Madinah pada periode 1–15 Mei 2026. 

Kota Madinah menjadi titik awal kedatangan jemaah sebelum mereka melanjutkan perjalanan spiritual menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian utama ibadah haji.

Dalam praktiknya, oleh-oleh haji menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah ini. 

Oleh-oleh tersebut biasanya berupa buah tangan khas Tanah Suci seperti kurma, sajadah, tasbih, parfum, hingga berbagai cinderamata yang dibawa pulang sebagai bentuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat di tanah air. 

Namun, semakin banyaknya barang yang dibeli sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama terkait keterbatasan bagasi saat kepulangan.

Memasuki fase akhir masa tinggal di Madinah, banyak jemaah haji Indonesia mulai mengubah cara mereka dalam mengelola oleh-oleh. 

Jika sebelumnya barang dibawa langsung dalam koper besar, kini semakin banyak jemaah yang memilih mengirimkan barang lebih awal melalui layanan kargo.

Langkah ini dianggap lebih efisien karena jemaah dapat mengurangi beban bawaan saat berpindah kota maupun saat kembali ke Indonesia. 

Baca juga: Kemenhaj Minta Jemaah Haji Indonesia Tak Berlebihan Beli Oleh-oleh

Dengan tidak membawa banyak barang, jemaah juga bisa lebih leluasa bergerak, terutama bagi lansia yang membutuhkan kenyamanan ekstra selama perjalanan ibadah.

Astuti, jemaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku telah menghabiskan sekitar Rp 9 juta untuk membeli berbagai oleh-oleh seperti tas, gelas, hingga peralatan rumah khas Arab Saudi.

Ia memilih mengirimkan seluruh barang tersebut melalui jasa kargo bersama rombongan jemaah lainnya.

Jamaah lainnya yaitu Megawati mengatakan bahwa mengirim barang lebih awal membuat dirinya lebih tenang. 

Menurutnya, waktu di Makkah sebaiknya benar-benar difokuskan untuk beribadah di Masjidil Haram tanpa terganggu urusan logistik.

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola perilaku jemaah haji modern yang semakin mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan fokus ibadah.

Skema Layanan Kargo Haji PosIND dan Tarif Pengiriman

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, layanan kargo haji kini semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Pos Indonesia. 

Layanan ini dirancang khusus untuk membantu jemaah mengirimkan barang dari Tanah Suci ke berbagai daerah di Indonesia dengan aman dan terstruktur.

Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, menjelaskan kepada Tim Media Center Haji 2026 bahwa layanan ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus mengalami peningkatan permintaan dari jemaah. 

Sistem yang digunakan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman internasional khusus jemaah haji.

Estimasi waktu pengiriman berkisar antara 7 hingga 14 hari, tergantung lokasi tujuan di Indonesia. 

Sementara tarif pengiriman ditetapkan secara transparan, yaitu rata-rata mulai dari 23 riyal per kilogram.

Tarif Pengiriman Oleh-oleh Jemaah Haji

Mengutip dari Instagram @posindonesia.ig, terdapat penyesuaian tarif untuk beberapa wilayah:

  • 25 riyal/kg untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Gorontalo
  • 30 riyal/kg untuk wilayah Papua dan sekitarnya

Fasilitas Layanan

Selain tarif yang kompetitif, layanan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penting, seperti:

  • Pengambilan paket gratis (pick-up service) di titik layanan jemaah
  • Bebas bea masuk dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku
  • Sistem pelacakan (tracking) 24 jam
  • Jaminan asuransi pengiriman
  • Estimasi pengiriman cepat 7–14 hari

Dengan sistem ini, jemaah tidak hanya dimudahkan dalam pengiriman barang, tetapi juga mendapatkan kepastian keamanan dan transparansi selama proses distribusi.

Cara Kirim Oleh-oleh Jemaah Haji Lewat Kargo PosIND

Agar proses pengiriman berjalan lancar, jemaah dapat mengikuti langkah berikut:

1. Datang ke layanan pos atau titik pengiriman resmi

  • Di Arab Saudi, layanan kargo biasanya tersedia di area pemondokan jemaah yang bekerja sama dengan Pos Indonesia. 
  • Jemaah juga bisa menanyakan ke petugas kloter atau sektor. 
  • Alternatif lainnya, pengiriman dapat dilakukan setelah tiba di Indonesia melalui kantor pos terdekat.

2. Siapkan barang dengan benar

  • Oleh-oleh harus dikemas dengan rapi dan aman. 
  • Gunakan kardus tebal, bubble wrap, atau pelindung tambahan terutama untuk barang pecah belah seperti souvenir atau makanan khas.

3. Perhatikan aturan barang kiriman

  • Tidak semua barang dapat dikirim. 
  • Hindari cairan berlebihan (kecuali sesuai aturan), barang berbahaya, serta pengiriman dalam jumlah besar untuk tujuan komersial.

4. Isi formulir dan data penerima

  • Jemaah wajib mengisi data lengkap seperti nama, alamat rumah secara detail, dan nomor HP aktif. 
  • Kesalahan data dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman.

5. Pilih jenis layanan

Tersedia beberapa opsi pengiriman:

  • Kargo laut/udara (lebih murah, estimasi lebih lama)
  • Layanan cepat (lebih mahal, lebih singkat)
  • Estimasi pengiriman berkisar 7–14 hari tergantung layanan.

6. Simpan resi pengiriman

Resi digunakan untuk melacak paket melalui sistem resmi seperti aplikasi PosAja! atau website tracking.

7. Perhatikan biaya pengiriman

Biaya dihitung berdasarkan berat dan volume barang. Semakin besar dan berat paket, maka biaya akan semakin tinggi.

Syarat Kiriman Internasional yang Wajib Dipatuhi

1. Pembatasan barang

Beberapa barang dilarang dikirim seperti bahan berbahaya, narkoba, senjata, dan barang ilegal lainnya.

2. Pengepakan

Barang harus dikemas sesuai standar internasional agar tidak rusak selama perjalanan.

3. Data pengirim dan nilai barang

Informasi harus lengkap dan akurat, termasuk alamat, nomor kontak, serta nilai barang yang sesuai untuk keperluan bea cukai.

Barang yang Dilarang dan Diperbolehkan

Barang yang Dilarang Dikirim

  • Air zamzam dalam jumlah tidak sesuai ketentuan
  • Uang tunai, emas, dan surat berharga
  • Senjata api
  • Narkoba dan zat adiktif
  • Barang berbahaya (dangerous goods)
  • Hewan hidup

Contoh Barang yang Diperbolehkan

  • Kurma
  • Cokelat
  • Kacang Arab
  • Kismis
  • Perlengkapan ibadah
  • Pakaian dan souvenir

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Ibadah Haji 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved